Pengembangan produk kearifan lokal melalui pelatihan bersama Dinas Koperasi.

UMKM Berau

TANJUNG REDEB, HARIAN UTAMA – Dinas Koperasi, perindustrian dan Perdagangan ( Diskoperindag ) , membuka pelatihan pengelolaan Bisnis dan Manejemen Wira usaha di Food court Pasar Sanggam Adji Dilayas, Kamis 28/07/22.

Dalam sambutannya, Sujadi staf ahli Bidang pembangunan dan ekonomi Koprindag Berau dalam sambutannya mengatakan, ” Tujuan utama kita membangkitkan UMKM yang ada serta meningkatkan sumber pendapatan dan menjadi peluang usaha.

Sementara untuk penyokong dana buat UMKM kita kerja sama dengan perbankan”.Kabupaten Berau memiliki banyak sekali potensi yang dapat dikembangkan menjadi produk — produk industry yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. potensi yang dimiliki selain potensi alam maupun potensi hasil pertanian, perkebunan dll juga produk-produk yang berbasis kearifan local kabupaten berau seperti batik, tenun dsb.

Kabupaten Berau memiliki potensi tenun dengan motif khas Berau yng sdh Iama berproduksi. Namun demikian belum dikelola secara maksimal karena keterbatasan pengetahuan, ketrampilan dan teknologi, sehingga produk-produk tenun belum memiliki dampak ekonomi yang signifikan terhadap peningkatan penghasilan masyarakat, kegiatan pelatihan manajemen dan wirausaha merupakan rangkaian pelatihan dari 5 (lima) pelatihan yang akan dilaksanakan tahun ini, salah satunya adalah pelatihan manajemen dan wirausaha.

Dalam pengembangan produk yang berbasis kearifan local pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Berau juga menyiapkan rumah produk produksi lengkap dengan galeri sesuai program Dana Alokasi Khusus (DAK).

Memberikan Pembekalan dalam Pengelolaan Usaha Meningkatkan Penghasilan Masyarakat. Meningkatkan ekonomi Daerah Khususnya dan nasional umunya Pelaksanaan Pelatihan Ini dilaksanakan pada tanggal 28 Juli 2022 s/d 8 Agustus 2022, selama 12 (dua Belas) hari.Peserta kegiatan ini untuk para pelaku usaha kerajinan khususnya tenun dan pelatihan kerajinan lainya seperti batik, kerajinan kayu, kerajinan rotan dan lain-lain serta memberikan kesempatan bagi wira usaha baru untuk dapat mengembangkan usaha, khususnya ke arah industri tenun.

Adapun Jumlah Peserta sebanyak 30 (tiga puluh ) orang terdiri dari;Kampung sukan tengah sebanyak 10 orang. Kampung bebanir bangun sebanyak 5 Orang Kampung Tumbit Melayu sebanyak 4 orang. Kelurahan sambaliung sebanyak 3 orang. Kampung Pandan Sari sebanyak 2 orang. Kampung Bena Baru sebanyak 2 orang. Kelurahan Tanjung Redeb 2 orang.Kampung Long lanuk 1 orang.Materi terdiri dari 40 % materi 60 % & Praktek yang terdiri dari simulasi danpenyusunan laporan analisa usaha dan presentasi.

Dalam pelatihan ini disampaikan oleh 2 orang narasumber yang terdiri dari 1 orang dari samarinda dan 1 orag dari Berau. Narasumber menyampaikan materi serta membimbing dalam melaksanakan simulasi yang mana tujuannya untuk pembentukan jiwa usaha serta mendampingi dalam menyusun makalah/laporan/analisa usaha dari hasil pelatihan selama 12 hari Sedangkan tenaga ahli/praktisi memberikan penilaian hasil dari penyusunan makalah, laporan/analisa usaha dan dipresentasikan dihadapan para tenaga ahli/praktisi yang sudah ditunjuk sesuai keahliannya, adapun praktisi/ahli sebanyak 5 orang yang terdiri dari 2 orang dari bank kaltimtara, 1 orang dari bank BRI, 1 orang dari Bank BNI dan 1 orang dari Bank Mandiri.” Jika ada peserta dalam pelatihan ini dalam menjalankan usahanya terdapat kendala bisa langsung kordinasi dengan kita dan akan segera kita evaluasi”, Tutupnya.(Asdar).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *