Harianutama.com Sangatta – Sebanyak 20 peserta pemilihan Duta Pelajar Kabupaten Kutai Timur melakukan kunjungan edukatif ke Galeri Arkeologi yang berada di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur, Jumat (25/9/2026).
Kunjungan tersebut difasilitasi oleh Kutim Action selaku penyelenggara pemilihan Duta Pelajar Kabupaten Kutai Timur. Para peserta terdiri dari 10 putra dan 10 putri yang merupakan pelajar tingkat SLTA dari sejumlah wilayah di Kutai Timur.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutai Timur, Ilham, mengatakan kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan Galeri Arkeologi sekaligus menjadikannya sebagai ruang edukasi bagi para pelajar.
“Alhamdulillah, hari ini Jumat, 25 September 2026, Galeri Arkeologi Kutai Timur yang berada di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, khususnya Bidang Kebudayaan, mendapat kunjungan dari Kutim Action selaku penyelenggara pemilihan Duta Pelajar Kabupaten Kutai Timur,” ujar Ilham Saat diwawancarai oleh awak media usai kegiatan.
Menurutnya, kunjungan 20 peserta atau 10 pasang Duta Pelajar Kutai Timur tersebut diharapkan dapat mendorong semakin banyak pelajar untuk mengenal dan memanfaatkan Galeri Arkeologi sebagai sumber pembelajaran.
“Harapan kita galeri ini semakin termanfaatkan dan semakin tersebar informasinya. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa terus ditindaklanjuti oleh teman-teman yang lain yang ingin berkunjung. Kami terbuka untuk menerima kunjungan,” katanya.
Ilham juga menegaskan, Galeri Arkeologi tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan dan memperkenalkan berbagai informasi mengenai peninggalan budaya, tetapi juga dapat menjadi wadah pendidikan bagi satuan pendidikan.
Karena itu, ia berharap kunjungan dari kalangan pelajar dapat terus meningkat, khususnya dari sekolah-sekolah yang berada di Sangatta dan wilayah lainnya di Kutai Timur.
“Kami berharap galeri ini terus dikunjungi dan ramai dikunjungi para pelajar di Kota Sangatta. Kalau memungkinkan, pelajar dari kota-kota lain juga kami harapkan bisa berkunjung,” ungkapnya.
Ilham menilai keberadaan Galeri Arkeologi memiliki keunikan tersendiri karena berkaitan dengan kekayaan budaya yang berada di kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat.
Menurutnya, kekayaan budaya di kawasan tersebut memiliki nilai penting yang perlu dikenalkan kepada generasi muda sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman terhadap sejarah dan kebudayaan daerah.
“Memang ini unik. Kekayaan budaya yang ada di kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat ini tidak sama dengan daerah lain dan memiliki nilai-nilai budaya yang cukup bagus,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya akan terus berupaya memperkenalkan Galeri Arkeologi kepada masyarakat, terutama di lingkungan pendidikan. Pemanfaatan galeri sebagai sumber referensi diharapkan dapat memperkaya wawasan pelajar mengenai kebudayaan.
“Kita memang berharap ini bisa dikembangkan di semua tingkatan. Mungkin nanti ada Duta Pelajar tingkat SMP, kemudian tingkat SLTA, dan ini terus bisa dikembangkan,” pungkasnya.
Lebih lanjut, Disdikbud Kutai Timur akan terus berupaya memperkenalkan Galeri Arkeologi kepada masyarakat, terutama lingkungan pendidikan. Pemanfaatan galeri sebagai sumber referensi diharapkan dapat memperkaya wawasan pelajar mengenai kebudayaan dan sejarah daerah.
“Kita terus melakukan upaya bagaimana Galeri Arkeologi ini terus dikenal, terus dikunjungi, dan dimanfaatkan oleh satuan pendidikan, oleh sekolah-sekolah, untuk memperkaya referensi di bidang kebudayaan,” tutur Ilham.
Dalam kunjungan tersebut, peserta Duta Pelajar berasal dari sejumlah wilayah di Kutai Timur. Salah satu peserta bahkan datang dari wilayah Wahau yang menjadi salah satu daerah dengan jarak relatif jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Kutai Timur.
Ilham berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan pada berbagai jenjang pendidikan. Tidak hanya pada tingkat SLTA melalui program Duta Pelajar, tetapi juga dapat diperluas kepada pelajar tingkat SMP.
“Yang paling jauh hari ini dari Wahau, dan pada umumnya peserta tingkat SLTA. Harapan kita memang di semua tingkatan bisa dikembangkan. Mungkin nanti Duta Pelajar tingkat SMP, kemudian di SLTA, ini terus bisa dikembangkan,” pungkasnya.(Adv/Hu2)












