222 Atlet dari 11 Provinsi Ramaikan National Climbing Series III Bupati Cup V Kutim

Harianutama.com, SANGATTA – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadi pusat perhatian olahraga panjat tebing nasional melalui penyelenggaraan National Climbing Series III Bupati Cup V Kutai Timur 2026 di Sport Climbing Center, Bukit Pelangi, Sangatta. Kejuaraan yang berlangsung selama lima hari, 10–14 Oktober 2026, ini diikuti 222 atlet dari 44 klub atau perwakilan yang berasal dari 11 provinsi di Indonesia.

Kejuaraan tersebut tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga bagian dari pembinaan atlet secara berkelanjutan untuk meningkatkan prestasi dari kelompok usia dini, junior hingga senior. Pelaksanaannya sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kutai Timur yang diperingati pada 12 Oktober 2026.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan kejuaraan panjat tebing yang menjadi bagian dari agenda peringatan hari jadi daerah. Menurutnya, kompetisi tersebut memiliki arti penting untuk menjaga semangat latihan sekaligus membuka ruang bagi atlet lokal agar terus berkembang.

“Harapannya pelaksanaan seri ketiga ini mampu mendorong peningkatan prestasi atlet di semua kelompok usia dan melahirkan pemanjat yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Bupati Ardiansyah.

Bupati Ardiansyah juga menyoroti tingginya aktivitas latihan di Sport Climbing Center Bukit Pelangi. Ia mengaku kerap melihat para atlet tetap berlatih hingga sore dan malam hari. Antusiasme tersebut, menurutnya, menjadi modal penting dalam membangun prestasi. Karena itu, ia meminta FPTI terus menjaga kualitas serta standar fasilitas panjat tebing, termasuk segera melakukan perbaikan apabila ditemukan kerusakan.

Ia menegaskan, panjat tebing merupakan salah satu cabang olahraga yang telah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional, terutama melalui nomor speed. Dukungan terhadap pembinaan atlet dan keberlanjutan kompetisi dinilai perlu terus diperkuat agar potensi yang dimiliki Kutim dapat berkembang. Ia pun berharap kejuaraan serupa kembali digelar tahun depan melalui Bupati Cup VI.

Climbing Boulder

Sementara itu, Sekretaris Umum Pengurus Pusat FPTI, Wahyu Pristiawan Buntoro, menyampaikan bahwa hasil pemeringkatan National Climbing Series akan menjadi salah satu acuan dalam seleksi nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 16–19 Oktober 2026. Seleksi tersebut bertujuan membentuk tim nasional yang dipersiapkan menjalani pemusatan latihan menuju Olimpiade Los Angeles 2028.

Wahyu mengungkapkan, atlet asal Kutim, Rizky Sholeh Akbar, berpeluang mengikuti seleksi tersebut berkat catatan peringkatnya yang dinilai baik pada kelompok usia di bawah 17 tahun. Peluang itu menjadi kabar positif bagi pembinaan olahraga di Kutim, sekaligus menunjukkan bahwa kompetisi nasional dapat menjadi jalur bagi atlet daerah untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi.

Ia menambahkan, perkembangan panjat tebing Indonesia membutuhkan dukungan kompetisi yang konsisten, pembinaan sejak usia dini, serta keterlibatan berbagai pihak. Pada 2027, National Climbing Series direncanakan berlangsung dalam lima seri, termasuk tambahan kompetisi Piala Panglima TNI di Jakarta dan Piala Kapolri di Yogyakarta.

“Masuknya panjat tebing sebagai cabang olahraga dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) juga dinilai menjadi peluang untuk memperluas pembinaan melalui sekolah dan klub-klub daerah,” ujarnya.

Ketua Umum Pengprov FPTI Kalimantan Timur, Elly Luchritia Nova, menegaskan bahwa kejuaraan bukan semata-mata tentang medali dan gelar juara. Lebih dari itu, pertandingan menjadi sarana bagi atlet untuk mengevaluasi hasil latihan, meningkatkan kemampuan, serta membangun kedisiplinan dan mental bertanding. Ia mengingatkan para peserta agar menjunjung tinggi sportivitas, tidak mudah menyerah, dan menjadikan setiap hasil pertandingan sebagai bahan evaluasi untuk berkembang.

Menurut Elly, FPTI Kaltim berkomitmen memperkuat pembinaan panjat tebing secara berkelanjutan agar semakin banyak atlet daerah mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Ia berharap kejuaraan di Sangatta dapat melahirkan atlet berprestasi yang membawa nama baik daerah dan Indonesia. Semangat keberanian, ketahanan, strategi, serta disiplin menjadi nilai penting yang perlu ditanamkan dalam perjalanan atlet menuju prestasi tertinggi.

Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kutim, Aji Fahriza Hakim, menjelaskan bahwa National Climbing Series III merupakan seri penutup rangkaian kompetisi nasional panjat tebing tahun ini. Sebelumnya, seri pertama digelar di Tangerang dan seri kedua di Manado. Sangatta mendapat kesempatan menjadi tuan rumah seri ketiga sekaligus penutup kompetisi 2026.

Dari total 222 peserta, sebanyak 127 atlet merupakan putra dan 95 atlet putri. Mereka berasal dari Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Daerah Istimewa Yogyakarta, Banten, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah. Jumlah peserta tahun ini juga meningkat dibandingkan pelaksanaan Bupati Cup pada 2025, dengan keikutsertaan 40 atlet kategori U-11 berusia 7–10 tahun.

Kejuaraan ini turut menghadirkan sejumlah atlet andalan Indonesia yang tergabung dalam pemusatan latihan nasional (pelatnas). Di antaranya Ardana Cikal Damarwulan, peraih medali emas nomor boulder SEA Games 2025, serta Aditya Tri Syahria yang mencatatkan prestasi pada nomor speed di Asian Games Jepang. Kehadiran para atlet tersebut diharapkan menjadi motivasi sekaligus kesempatan belajar bagi atlet daerah untuk mengukur kemampuan menghadapi pesaing di level nasional.

Melalui National Climbing Series III Bupati Cup V Kutim 2026, pemerintah daerah dan FPTI berharap pembinaan panjat tebing semakin berkembang, khususnya dalam membuka peluang bagi atlet muda untuk menapaki jenjang prestasi yang lebih tinggi. Kehadiran ratusan peserta dari berbagai provinsi, atlet pelatnas, serta peluang Rizky Syukur mengikuti seleksi nasional menjadi momentum bagi Kutim untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah yang aktif mendorong kemajuan olahraga panjat tebing Indonesia. (ADV) (9)