Kutim — Upaya meningkatkan kualitas guru terus dipercepat oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, program kuliah bagi tenaga pendidik aktif kembali ditegaskan sebagai prioritas agar seluruh guru di Kutim dapat memenuhi standar kualifikasi minimal sarjana.
Program yang mulai dijalankan dalam dua tahun terakhir ini menargetkan pada 2026 mendatang tidak ada lagi guru yang belum memiliki gelar S1. Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas tersebut menjadi langkah utama dalam memperkuat mutu pembelajaran di sekolah.
“Kita ingin semua guru memiliki kualifikasi akademik yang sesuai. Mereka sudah bekerja sebagai guru, jadi dengan sistem RPL, mereka bisa kuliah tanpa meninggalkan tugas mengajarnya,” ujar Mulyono.
Program studi bagi guru aktif ini menggunakan skema Rekognisi Pembelajaran Lampau RPL yang memungkinkan penyelesaian kuliah hanya dalam dua tahun. Pemerintah juga melibatkan perguruan tinggi yang berpengalaman dalam pengembangan profesi guru, yaitu Universitas Pendidikan Indonesia Bandung untuk pendidikan S1 dan Universitas Negeri Yogyakarta untuk jenjang S2.
Sepanjang pelaksanaan program, pemerintah melihat adanya perkembangan yang cukup signifikan. Mulyono menyebut bahwa 121 guru telah dinyatakan lulus dan mendapatkan gelar sarjana. Selain itu, sekitar 300 guru lainnya dijadwalkan menjalani wisuda pada tahun ini.
Dengan bertambahnya jumlah guru yang berkualifikasi sarjana, Pemkab Kutim berharap proses pembelajaran di sekolah-sekolah semakin adaptif terhadap perkembangan kurikulum nasional dan transformasi digital dalam dunia pendidikan.
Mulyono menyatakan program ini merupakan bagian dari upaya daerah untuk terus memperbaiki kualitas SDM pendidikan dan menghindari adanya ketimpangan antarwilayah, baik di kecamatan pesisir, pedalaman hingga perbatasan.
Ia menegaskan bahwa peningkatan kompetensi tenaga pendidik akan terus dilakukan secara bertahap agar semua guru mampu memberikan layanan pendidikan yang profesional dan berorientasi pada hasil belajar siswa.
“Kualitas guru sangat menentukan kualitas pendidikan kita di Kutim. Itu yang menjadi fokus kami,” tutupnya. (ADV)













