SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menilai realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025 masih berada pada jalur positif. Pemantauan pemerintah pusat menunjukkan Kutim tidak mengalami hambatan signifikan dalam penyerapan anggaran.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappedda Kutim, Noviari Noor, menyampaikan bahwa hasil pemantauan nasional menjadi penguat optimisme pemerintah daerah untuk menjaga serapan anggaran hingga melampaui target minimal 95 persen. “Sesuai yang disampaikan oleh Wabup, bahwa Kabupaten Kutai Timur tampaknya tidak ada masalah. Berarti dalam penyerapan anggaran tahun 2025 kita optimis bisa tercapai di atas 95%,” ujarnya usai mengikuti Zoom Meeting Evaluasi dan Percepatan APBD 2025 bersama pemerintah daerah se-Indonesia, di Ruang Zoom Bappedda Bukit Pelangi, Senin (17/11/2025).
Meski begitu, Noviari mengakui masih terdapat beberapa kegiatan tahun sebelumnya yang berjalan lebih lambat dari jadwal. Hal ini akan menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan ke depan semakin tepat waktu dan konsisten.
Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan fiskal daerah dengan menghindari timbulnya utang pada tahun anggaran berjalan. Selain itu, ia mengingatkan bahwa pada 2026 akan ada penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD) sehingga perencanaan pembangunan wajib dilakukan secara proporsional dan berorientasi prioritas. “Harapan ke depan, kita di tahun 2025 menghindari adanya utang lagi. Karena di tahun 2026 akan ada penyesuaian TKD. Tentunya kita melaksanakan pembangunan dengan proporsional, sesuai prioritas, agar tidak menimbulkan masalah utang di masa mendatang,” jelasnya.
Pemkab Kutim berharap komitmen tersebut mampu menjaga stabilitas anggaran sekaligus memastikan setiap program pembangunan berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.(Adv)













