Sangatta – Kepala Dinas Kominfo Staper Kutai Timur menyampaikan bahwa wartawan harus mampu menjadi penjaga akurasi di tengah derasnya banjir informasi digital. Hal itu ia ungkapkan dalam kegiatan Bimtek Pra UKW dan Uji Kompetensi Wartawan. Ia menilai wartawan memiliki posisi vital dalam memastikan masyarakat menerima informasi yang benar, terverifikasi, dan dapat dipertanggungjawabkan oleh sumber resmi.
Menurutnya, masyarakat sekarang sangat mudah terpapar informasi yang belum terverifikasi, terutama dari media sosial yang penyebarannya begitu cepat dan masif. Karena itu, peran wartawan sebagai gatekeeper semakin penting dan harus terus diperkuat agar tidak ada informasi keliru yang berkembang tanpa koreksi. Wartawan harus hadir untuk memastikan publik tidak terseret arus misinformasi.
“Wartawan harus mampu memilah, mengolah, dan menyajikan informasi dengan standar jurnalistik yang tinggi,” katanya menegaskan bahwa profesi ini memiliki tanggung jawab besar kepada masyarakat.
Kadis Kominfo juga menyoroti pentingnya etika dalam pekerjaan jurnalistik. Etika dinilai sebagai pondasi utama untuk menjaga kepercayaan publik terhadap media. Selain etika, ia menekankan perlunya penguasaan teknologi, kemampuan membaca dan mengolah data, serta literasi digital yang memadai agar wartawan dapat mengikuti perkembangan platform dan pola konsumsi informasi yang terus berubah.
Ia mengajak seluruh peserta UKW menjadikan kegiatan tersebut sebagai kesempatan untuk mengevaluasi kemampuan diri, memperbaiki kekurangan, dan membangun kualitas produk jurnalistik yang lebih baik. Menurutnya, jurnalisme berkualitas adalah bagian penting dari upaya memperkuat ekosistem informasi publik di Kutai Timur.
Dengan adanya UKW, pemerintah daerah berharap semakin banyak wartawan lokal yang memiliki sertifikasi kompetensi dan mampu menjadi benteng pertama menghadapi hoaks dan disinformasi yang mengancam ruang publik digital. Pemerintah juga siap berkolaborasi untuk mendukung penguatan kapasitas pers secara berkelanjutan.
(Adv)













