Respons Cepat Pemerintah Kecamatan Muara Bengkal Setelah Kebakaran
Pemerintah Kecamatan Bergerak Cepat Dirikan Posko Darurat di Malam Kejadian

Sangatta – Pemerintah Kecamatan Muara Bengkal menunjukkan respons cepat dan terkoordinasi dalam menangani peristiwa kebakaran yang terjadi baru-baru ini. Tindakan sigap yang dilakukan sejak malam kejadian dinilai menjadi salah satu faktor penting yang mempercepat penanganan pascabencana, khususnya di tahap awal sebelum tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur tiba di lokasi.

Kebakaran yang terjadi pada malam hari itu langsung mendapat perhatian dari pemerintah kecamatan. Meskipun Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kutai Timur tidak dapat diberangkatkan seketika karena di luar jam operasional, proses penanganan tidak terhenti. Camat Muara Bengkal bersama petugas wilayah bergerak cepat mendirikan posko darurat hanya beberapa saat setelah laporan diterima.

Posko darurat ini menjadi pusat aktivitas penanganan awal. Di tempat tersebut, petugas melakukan pendataan korban terdampak, memetakan area yang berisiko, hingga memastikan jalur evakuasi aman bagi masyarakat. Tidak hanya itu, posko juga berfungsi sebagai pusat informasi dan penghubung utama antara pemerintah kecamatan dengan BPBD Kutim.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutim, Muhammad Naim, membenarkan bahwa laporan kejadian sudah masuk sejak awal. Namun, kondisi malam hari membuat pengerahan tim TRC harus dilakukan dengan pertimbangan keamanan serta kesiapan peralatan.

“Alhamdulillah, Pak Camat bergerak cepat mendirikan posko darurat. Itu sangat penting sebagai langkah awal penanganan bencana sambil BPBD kabupaten menyiapkan logistik dan rencana tindakan lanjutan,” ujar Naim.

Dengan adanya posko darurat di lokasi, koordinasi antara petugas kecamatan dan BPBD dapat berjalan lebih lancar. Informasi dari lapangan tersampaikan secara real-time, sehingga mempermudah BPBD dalam menyesuaikan langkah dan dukungan yang diperlukan.

Naim menegaskan bahwa peran petugas kecamatan yang telah dibekali tugas monitoring memang dirancang untuk mengatasi situasi darurat seperti ini.

“Setiap kecamatan sudah ada petugas kami yang bertugas melakukan monitoring. Itu membuat alur laporan dari lapangan tetap real-time meski tim pusat belum tiba,” jelasnya.

Respons cepat ini menjadi contoh efektivitas sistem kebencanaan yang dibangun Pemkab Kutai Timur, di mana sinergi antara pemerintah kecamatan dan BPBD mampu memberikan penanganan yang lebih cepat dan tepat. Ke depan, BPBD Kutim menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kapasitas kecamatan agar mampu menjalankan penanganan awal secara mandiri hingga bantuan terpusat tiba di lokasi.

Hingga saat ini, BPBD Kutim masih melakukan evaluasi kebutuhan tambahan bagi warga terdampak, termasuk penyediaan logistik, asesmen kerusakan, serta rencana pemulihan lingkungan pascakebakaran. Pemerintah kecamatan juga terus bersiaga di posko darurat sembari menunggu instruksi lanjutan dari BPBD dan pemerintah kabupaten. (Adv)