SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman kembali mengingatkan para kontraktor agar menjalankan setiap proyek pembangunan dengan penuh tanggung jawab dan mengutamakan kualitas. Pesan tegas itu ia sampaikan usai menghadiri Rapat Paripurna Ke-XI DPRD Kutim, sebagai refleksi atas sejumlah pekerjaan di tahun sebelumnya yang dinilai belum optimal.
“Kontraktor harus bertanggung jawab, jangan kaya kemarin,” tegas Ardiansyah.
Menurutnya, meskipun proses pemilihan pelaksana proyek dilakukan oleh Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ), para kontraktor tetap memiliki tanggung jawab moral dan profesional untuk memenuhi spesifikasi teknis yang telah disepakati dalam kontrak.
“Kontraktor itu urusan Pengadaan Barang dan Jasa. Mereka yang membuat komitmen,” ujarnya.
Bupati menekankan bahwa pemerintah tidak ingin lagi mendapati hasil pekerjaan yang cepat rusak atau tidak sesuai standar. Setiap proyek dikerjakan untuk masyarakat, sehingga mutu bangunan harus menjadi prioritas utama.
Ia meminta perangkat daerah teknis memperkuat sistem pengawasan agar pelaksanaan pekerjaan dapat dipantau secara ketat mulai dari persiapan, pengerjaan, hingga serah terima. Jika ditemukan pelanggaran kontrak atau kelalaian, sanksi akan diberikan secara tegas.
Selain pengawasan, Ardiansyah juga mendorong agar dokumen perencanaan disusun lebih baik sehingga tidak menimbulkan kendala teknis saat pengerjaan. Ia menilai perencanaan matang merupakan kunci proyek berjalan tepat waktu, tepat mutu dan tepat sasaran.
Bupati menegaskan bahwa arah pembangunan Kutim saat ini tidak hanya mengejar banyaknya proyek, tetapi memastikan setiap infrastruktur memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat hingga wilayah terpencil.
Dengan komitmen kontraktor yang lebih solid serta pengawasan yang diperketat, Pemkab optimistis pembangunan Kutai Timur akan semakin berkualitas dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. (ADV)













