Bupati Ardiansyah Dorong Duta Pelajar Kutim Jadi Teladan Generasi Muda

Harianutama.com, SANGATTA – Peran Duta Pelajar Kutai Timur (Kutim) 2026 diharapkan tidak hanya sebatas menyandang predikat sebagai perwakilan pelajar. Mereka juga diharapkan mampu menunjukkan keteladanan serta membawa pengaruh baik bagi teman sebaya dan masyarakat.

Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman mengatakan, generasi muda memiliki kesempatan besar untuk mengambil bagian dalam pembangunan daerah. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mengembangkan kemampuan, membangun karakter serta berani menyampaikan gagasan yang bermanfaat.

Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi memberikan peluang bagi pelajar untuk memperoleh pengetahuan sekaligus menyampaikan berbagai informasi. Namun, kemudahan tersebut perlu diikuti kemampuan memilih dan menyaring informasi agar tidak terpengaruh konten maupun lingkungan yang bersifat negatif.

Bupati Ardiansyah juga mengingatkan pelajar untuk menggunakan masa muda dengan berbagai aktivitas yang dapat meningkatkan kemampuan. Waktu dan energi generasi muda, kata dia, sebaiknya diarahkan pada kegiatan pendidikan, pengembangan keterampilan maupun aktivitas lain yang mendukung masa depan.

“Kami berharap Duta Pelajar Kutim 2026 tidak hanya menjadi simbol atau gelar, tetapi mampu menjadi contoh dan menyampaikan pesan-pesan positif kepada lingkungan sekolah maupun masyarakat,” ujar Bupati Ardiansyah saat menghadiri Grand Final Pemilihan Duta Pelajar Kutai Timur 2026 yang berlangsung di Ruang Meranti, Sekretariat Kabupaten, Sabtu (26/09/2026) malam.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Kutim Action Center (KAC) yang telah menggagas program tersebut bersama Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Menurut Ardiansyah, kegiatan tersebut menjadi salah satu sarana untuk memberikan ruang kepada pelajar dalam mengasah potensi dan membangun kepercayaan diri.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim Basuki Isnawan menyampaikan bahwa sebanyak 120 pelajar mengikuti rangkaian pemilihan Duta Pelajar Kutim 2026. Setelah melalui proses seleksi dan penilaian, jumlah tersebut mengerucut menjadi 20 finalis. Mereka terdiri dari 10 pelajar laki-laki dan 10 pelajar perempuan yang selanjutnya mengikuti tahap akhir untuk memperebutkan posisi Duta Pelajar Kutai Timur 2026.

Basuki menyebut program tersebut menjadi wadah bagi pelajar untuk mengembangkan potensi sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan pembangunan.

Ia berharap para finalis nantinya dapat memberikan contoh yang baik di lingkungan masing-masing. Selain itu, mereka juga diharapkan mengajak pelajar lain untuk menjauhi narkoba, judi online, balap liar dan berbagai aktivitas yang berpotensi merusak masa depan.

“Dukungan sekolah juga menjadi bagian penting dalam membentuk pelajar yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan pembangunan daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kutim Action Center Aimam Tohari Situmorang mengatakan peserta pemilihan Duta Pelajar tahun ini berasal dari sejumlah sekolah di 10 kecamatan. Kecamatan tersebut meliputi Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Bengalon, Muara Wahau, Sandaran, Sangkulirang, Busang, Karangan, Muara Ancalong dan Rantau Pulung.

Aimam menjelaskan, KAC digagas oleh sejumlah mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan dan kemudian kembali ke Kutai Timur. Mereka memilih untuk berkontribusi di daerah dengan membagikan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan tinggi.

Pembinaan generasi muda dilakukan melalui sejumlah kegiatan, seperti program Duta Pelajar, Forum OSIS Kutai Timur hingga pemberian beasiswa bagi mahasiswa.

Ia menambahkan, sejumlah pemuda yang mendapatkan pembinaan KAC telah berhasil meraih prestasi di tingkat nasional maupun perguruan tinggi. Menurutnya, capaian tersebut menjadi salah satu hasil dari proses pembinaan yang diarahkan untuk membentuk generasi muda berkarakter dan berprestasi.

Melalui pelaksanaan Grand Final Duta Pelajar Kutai Timur 2026, figur yang terpilih nantinya diharapkan dapat menjalankan peran sebagai representasi pelajar Kutim. Kehadiran mereka diharapkan mampu membawa semangat positif serta mendorong semakin banyak generasi muda untuk berkontribusi bagi daerah. (ADV) (9)