Karhutla Terjadi Hampir Setiap Hari, Sangatta Selatan Bentuk Posko Gabungan

Camat Sangatta Selatan Dewi Dohi Dewi saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Selasa (29/9/2026).

Harianutama.com Sangatta – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih menjadi perhatian serius di Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur. Sejak 10 Agustus 2026 hingga 28 September 2026, kebakaran dilaporkan terjadi hampir setiap hari.

Camat Sangatta Selatan Dewi Dohi mengatakan, dalam sehari sedikitnya terdapat satu titik kebakaran, bahkan pada kondisi tertentu ditemukan dua hingga tiga titik kebakaran.

“Dari tanggal 10 Agustus sampai dengan kemarin itu kejadian Karhutla di Kecamatan Sangatta Selatan tiap hari. Biasanya minimal satu titik, bahkan bisa dua sampai tiga titik dalam satu hari,” kata Dewi saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Selasa (29/9/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut mendorong pemerintah kecamatan mengambil inisiatif membentuk posko Karhutla pada 18 September 2026. Posko tersebut dibentuk untuk memperkuat koordinasi dan penanganan kebakaran di wilayah Sangatta Selatan.

Tim gabungan yang terlibat terdiri dari Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK), Masyarakat Peduli Api (MPA), BPBD, personel TNI, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga personel Brimob.

“Alhamdulillah cukup kuat personelnya. Sampai saat ini belum ada korban, kemudian belum ada kerugian yang bisa dihitung,” ujarnya.

Dewi memperkirakan total luasan lahan yang terbakar sejak 10 Agustus hingga akhir September 2026 telah mencapai lebih dari 50 hektare.

Ia juga menyebut pola kebakaran belakangan ini cenderung terjadi pada siang hingga malam hari, terutama setelah pukul 14.00 WITA.

Terkait penyebab kebakaran, Dewi mengatakan pada awal kejadian sempat ditemukan satu peristiwa yang diduga terjadi secara alami. Namun, sebagian besar kejadian berikutnya berdasarkan pemantauan di lapangan diduga berkaitan dengan aktivitas pembakaran.

“Untuk saat ini mulai dari alami sampai itu memang dibakar,” katanya. (Adv/Hu2)