BPBD Kutim Siagakan Mobil Water Supply untuk Antisipasi Karhutla

Mobil Water Supply BPBD

Harianutama.com Sangatta – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di tengah kondisi cuaca yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.

Salah satu dukungan yang disiapkan BPBD Kutim yakni kendaraan water supply yang dapat digunakan untuk membantu proses pemadaman ketika terjadi kebakaran, baik di kawasan permukiman maupun wilayah yang rawan terjadi karhutla.

Kepala Dinas Badan Penaggulan Bencana Daerah (BPBD) Sulastin Melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutim, Muhammad Naim, mengatakan saat ini pihaknya memiliki dua unit mobil water supply yang ditempatkan di dua wilayah, yakni Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.

“Kalau kami sendiri water supply itu ada dua. Satu di Sangatta Utara, satu di Sangatta Selatan,” ujar Muhammad Naim saat ditemui di ruang kerjanya.

Menurutnya, penempatan kendaraan di dua wilayah tersebut dilakukan untuk mempercepat mobilisasi apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran. Dengan adanya kendaraan yang berada di wilayah berbeda, BPBD dapat lebih cepat memberikan dukungan air untuk proses pemadaman.

Selain kendaraan water supply, BPBD Kutim juga memiliki dua mobil patroli yang digunakan untuk mendukung pemantauan dan penanganan kondisi di lapangan.

Dari dua kendaraan patroli tersebut, satu unit berada dalam kondisi siaga di wilayah Sangatta Utara. Sementara satu unit lainnya dapat bergerak secara bergantian antara wilayah Sangatta Utara dan Sangatta Selatan sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan.

“Mobil patroli kita ada dua. Cuma yang satu standby di sini, yang satunya standby bolak-balik antara utara maupun selatan,” jelasnya.

Naim menambahkan, kesiapsiagaan penanganan karhutla di Kutim tidak hanya mengandalkan personel BPBD. Dalam pelaksanaannya, BPBD mendapatkan dukungan dari berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, relawan, pemerintah kecamatan hingga pihak perusahaan.

Menurutnya, keterlibatan lintas sektor tersebut sangat membantu BPBD dalam menghadapi berbagai kejadian kebakaran yang membutuhkan penanganan cepat dan tenaga cukup banyak.

“Alhamdulillah kita sangat terbantu, baik dari TNI, Polri, kemudian ada beberapa relawan, dari pihak kecamatan juga, baik Utara maupun Selatan,” katanya.

Ia menyebutkan, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan di lapangan. Ketika terjadi kebakaran hutan dan lahan, personel dari berbagai unsur dapat bergerak bersama untuk melakukan pemantauan, pemadaman maupun upaya pencegahan agar api tidak meluas.

Tidak hanya dari unsur pemerintahan dan aparat keamanan, dukungan juga datang dari dunia usaha. Sejumlah perusahaan di Kutim, termasuk PT Kaltim Prima Coal (KPC), turut terlibat dalam mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Keterlibatan perusahaan dinilai penting mengingat sebagian wilayah Kutim memiliki kawasan yang luas dan terdapat sejumlah area yang membutuhkan pemantauan bersama, khususnya ketika kondisi cuaca panas dan kering.

“Termasuk teman-teman perusahaan KPC dan lain sebagainya itu juga terlibat,” ungkap Naim.

Selain dukungan personel dan kendaraan, BPBD juga melibatkan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang berada di wilayah rawan kebakaran. MPA menjadi salah satu unsur masyarakat yang berperan dalam membantu pencegahan maupun penanganan awal apabila muncul titik api di lingkungan mereka.

Naim mengatakan, MPA telah terlibat di wilayah Sangatta Utara maupun Sangatta Selatan. Keberadaan kelompok tersebut dinilai membantu karena masyarakat yang berada dekat dengan lokasi rawan kebakaran dapat menjadi bagian dari sistem kesiapsiagaan sejak dini.

“MPA juga kita terlibat di Sangatta Selatan dan Sangatta Utara, karena memang ada beberapa MPA yang sudah dibentuk oleh teman-teman Pokja Karhutla kesiapsiagaan,” jelasnya.

Ia menegaskan, penanganan karhutla membutuhkan kerja sama dari seluruh pihak. BPBD tidak dapat bekerja sendiri karena kondisi di lapangan membutuhkan kecepatan respons, dukungan peralatan, ketersediaan air, personel serta informasi dari masyarakat.

Karena itu, koordinasi antara BPBD, TNI-Polri, pemerintah kecamatan, relawan, MPA dan perusahaan terus menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi kebakaran.

Dengan dukungan dua unit water supply, dua kendaraan patroli, personel gabungan serta keberadaan MPA, BPBD Kutim berupaya memastikan kesiapsiagaan tetap terjaga, khususnya di wilayah Sangatta Utara dan Sangatta Selatan yang menjadi bagian dari area pemantauan.

Upaya tersebut sekaligus menjadi langkah antisipasi agar apabila terjadi kebakaran, penanganan dapat dilakukan sedini mungkin sehingga api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas dan menimbulkan dampak terhadap masyarakat maupun lingkungan. (Adv/Hu2)