Harianutama.com, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mulai menyiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal agar mampu mengambil peluang dari perkembangan investasi dan industri yang masuk ke daerah. Peningkatan keterampilan tenaga kerja menjadi salah satu langkah yang diprioritaskan pemerintah.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, kesiapan tenaga kerja lokal menjadi faktor penting agar pertumbuhan investasi dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Hal itu disampaikannya dalam pidatonya saat Rapat Paripurna ke-VIII Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026/2027 DPRD dalam rangka HUT ke-27 Kutim, Kamis (08/10/2026).
Menurut Bupati Ardiansyah, Kutim memiliki peluang membuka lapangan pekerjaan dalam jumlah besar seiring berkembangnya sejumlah sektor usaha. Pemerintah bahkan menargetkan penyerapan hingga 50 ribu tenaga kerja melalui berbagai peluang ekonomi yang tersedia.
Salah satu upaya yang disiapkan ialah program pendidikan vokasi selama satu tahun melalui kerja sama dengan Institut Pertanian Stiper (Instiper) Yogyakarta. Program tersebut diarahkan untuk menghasilkan tenaga terampil yang sesuai kebutuhan dunia industri.
Kebutuhan tenaga terampil terutama diproyeksikan pada sektor perkebunan kelapa sawit. Pemerintah menilai pendidikan berbasis keterampilan dapat menjadi salah satu cara mempersempit kesenjangan antara kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan perusahaan.
Selain itu, peluang kerja juga terbuka melalui rencana investasi industri gasifikasi batu bara dengan nilai investasi sekitar Rp71 triliun. Besarnya investasi tersebut dinilai berpotensi memberikan dampak terhadap perekonomian dan penyerapan tenaga kerja di Kutim.
Bupati Ardiansyah menegaskan, masyarakat lokal harus dipersiapkan sejak awal agar tidak hanya menjadi penerima dampak pembangunan, tetapi mampu mengisi posisi pekerjaan yang tersedia. Karena itu, peningkatan kompetensi tenaga kerja akan terus didorong pemerintah.
“Kita ingin anak-anak muda Kutai Timur memiliki kompetensi, memiliki kesempatan, dan memiliki masa depan di daerahnya sendiri,” ujar Bupati Ardiansyah.
Selain sektor industri, pemerintah juga terus membuka ruang bagi berkembangnya sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, pariwisata, industri pengolahan dan ekonomi kreatif. Diversifikasi ekonomi tersebut diharapkan menciptakan lebih banyak pilihan pekerjaan bagi masyarakat.
Bupati Ardiansyah menekankan keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari besarnya investasi yang masuk. Menurutnya, investasi harus mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Masyarakat Kutai Timur jangan hanya menjadi penonton pertumbuhan ekonomi, tetapi harus menjadi pelaku pembangunan,” tegasnya. (ADV) (9)












