Dispora Kutim Dorong Generasi Muda Lestarikan Olahraga Tradisional Lewat Erau 2026

Kepala Dispora Kutim Basuki Isnawan

Harianutama.com, SANGATTA – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendorong generasi muda untuk mengenal sekaligus melestarikan olahraga tradisional sebagai bagian dari warisan budaya daerah. Upaya tersebut diwujudkan melalui berbagai perlombaan tradisional yang memeriahkan Erau Adat Pelas Benua Kutim 2026.

Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, mengatakan olahraga tradisional memiliki nilai budaya yang perlu dijaga keberlangsungannya. Menurutnya, pelestarian tidak cukup hanya dengan mengenalkan sejarah, tetapi juga harus dilakukan melalui kegiatan nyata agar masyarakat, khususnya generasi muda, tetap mengenal dan memainkan olahraga warisan leluhur, Jumat (09/10/2026).

Dalam rangkaian Erau tahun ini, sejumlah permainan tradisional seperti menyumpit, begasing, belogo dan ketapel menjadi bagian dari perlombaan yang menarik perhatian peserta. Kegiatan tersebut diikuti berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga peserta umum, termasuk kelompok usia yang lebih tua. Keikutsertaan lintas generasi itu dinilai menjadi salah satu cara efektif untuk menjaga agar olahraga tradisional tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

“Dengan memberikan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi secara langsung, permainan tradisional tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga dapat terus dipraktikkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Basuki saat diwawancarai awak media didepan Rumah Adat Kutai Sangatta.

Basuki menegaskan, pengembangan olahraga tidak seharusnya hanya berfokus pada cabang olahraga prestasi. Olahraga tradisional juga perlu mendapat perhatian melalui kegiatan yang berkelanjutan, sehingga kekayaan budaya lokal tetap terpelihara sekaligus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Ia menilai, kegiatan perlombaan dalam Erau menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kembali beragam permainan tradisional kepada anak-anak dan kalangan muda. Melalui keterlibatan langsung, mereka diharapkan semakin mengenal identitas budaya daerah serta memahami pentingnya menjaga peninggalan leluhur.

“Olahraga tradisional harus terus kita kembangkan dan lestarikan agar generasi muda tidak melupakan budaya sendiri,” ujar Basuki.

Lebih lanjut, ia menyebut pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, masyarakat, dan generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberadaan olahraga tradisional agar tidak tergerus oleh perubahan zaman. Menurutnya, kebanggaan terhadap budaya sendiri perlu ditanamkan sejak dini. Generasi muda diharapkan tidak hanya mengenal olahraga modern, tetapi juga memahami bahwa permainan tradisional merupakan bagian dari sejarah dan kekayaan budaya bangsa.

Melalui perlombaan olahraga tradisional dalam Erau Adat Pelas Benua Kutim 2026, Dispora berharap kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal semakin tumbuh. Selain memeriahkan rangkaian acara adat, kegiatan ini diharapkan menjadi sarana edukasi sekaligus upaya menjaga warisan budaya agar tetap dikenal dan dimainkan oleh generasi mendatang. (ADV) (9)