Sangatta – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus mendorong peningkatan kualitas satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui fasilitasi akreditasi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan layanan pendidikan yang diberikan kepada anak-anak memenuhi standar mutu yang ditetapkan.
Kepala Dinas Pendidikan melalui Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Disdikbud Kutim, Heri Purwanto, mengatakan akreditasi menjadi salah satu aspek yang perlu diperkuat dalam rapor pendidikan daerah.
Berdasarkan evaluasi yang dipaparkannya, proporsi satuan pendidikan yang memiliki akreditasi minimal B masih perlu ditingkatkan. Kondisi tersebut menjadi perhatian, terutama untuk memperbaiki capaian satuan pendidikan yang belum memenuhi target mutu.
“Ini menjadi pekerjaan rumah kita. Karena itu, sekolah-sekolah yang masuk sasaran akreditasi kita fasilitasi melalui sosialisasi dan pendampingan,” ujarnya Saat di wawancarai oleh awak media di ruang kerjanya, Rabu (07/10/2026).
Heri menjelaskan, Disdikbud Kutim telah memfasilitasi sosialisasi bersama Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah (BAN-PDM) Provinsi Kalimantan Timur. Kegiatan tersebut ditujukan untuk membantu satuan pendidikan memahami persyaratan dan tahapan akreditasi.
Melalui pendampingan itu, sekolah diharapkan dapat mempersiapkan diri menghadapi proses penilaian dan meningkatkan mutu layanan pendidikan. Heri berharap satuan pendidikan yang menjadi sasaran mampu mencapai akreditasi minimal B.
Ia mencontohkan, proses visitasi akreditasi telah dilaksanakan di salah satu satuan PAUD, yakni TK Masitoh. Proses tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pelaksanaan layanan pendidikan berjalan sesuai standar.
Menurut Heri, peningkatan akreditasi tidak hanya berpengaruh pada penilaian sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari perbaikan rapor pendidikan daerah. Karena itu, pembenahan perlu dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari pengelolaan satuan pendidikan hingga proses pembelajaran.
Selain akreditasi, Disdikbud Kutim juga memperhatikan kualitas proses belajar, iklim keamanan, dan inklusivitas di lingkungan PAUD. Sekolah diharapkan mampu menciptakan suasana yang aman, menerima keberagaman, serta mendukung perkembangan sosial dan emosional anak.
Heri menyebut capaian iklim inklusivitas dalam rapor pendidikan berada pada kategori baik, meskipun masih perlu ditingkatkan. Sementara itu, pelaksanaan pembelajaran dan iklim keamanan secara keseluruhan masih membutuhkan penguatan, terutama pada satuan pendidikan swasta.
Ia juga mendorong sekolah meningkatkan komunikasi dengan orang tua melalui kegiatan pendidikan keorangtuaan atau parenting. Kegiatan tersebut penting untuk membangun kerja sama antara sekolah dan keluarga dalam mendukung perkembangan anak.
“Intervensinya lebih banyak kita arahkan ke sekolah, bagaimana memotivasi mereka agar kegiatan parenting dilaksanakan. Komunikasi dengan orang tua menjadi bagian penting dari layanan pendidikan,” jelasnya.(Adv/Hu2)












