Harianutama.com Sangatta – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menyusul sejumlah keluhan dari pihak kecamatan, relawan, dan masyarakat terkait keterbatasan peralatan, armada, serta dukungan logistik di lapangan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutim, Muhammad Naim, mengatakan berbagai masukan tersebut telah disampaikan dalam pertemuan bersama Ketua DPRD Kutim yang dilakukan langsung di lapangan, Kamis.
Menurut Naim, persoalan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan proses pemadaman, tetapi juga kebutuhan konsumsi dan dukungan operasional bagi personel serta relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla.
“Kami akan menyampaikan kepada pimpinan untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh, bukan hanya Sangatta Utara maupun Sangatta Selatan, tetapi 18 kecamatan secara keseluruhan,” ujar Naim.
Ia menegaskan, evaluasi diperlukan agar koordinasi penanganan bencana dapat berjalan lebih baik, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan peralatan dan dukungan logistik di lapangan.
BPBD juga akan mengkaji berbagai kendala yang disampaikan oleh kecamatan dan relawan sebagai bahan koreksi untuk penanganan bencana berikutnya.
Naim berharap, hasil evaluasi tersebut dapat menjadi dasar perbaikan sistem penanggulangan bencana di Kutim, terutama dalam menghadapi karhutla yang membutuhkan respons cepat dan dukungan lintas sektor.
Ia menambahkan, penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan petugas pemadam, tetapi membutuhkan koordinasi yang terarah antara pemerintah daerah, kecamatan, organisasi perangkat daerah (OPD), relawan, dan masyarakat.(Adv/Hu2)












