Antisipasi Kondisi Darurat, BPBD Kutim Pastikan Peralatan Siap

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutim, Muhammad Naim

Harianutama.com Sangatta – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memastikan kesiapan peralatan penanggulangan bencana dengan menempatkan sarana pendukung di dua posko, yakni di wilayah Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.

Kepala Dinas BPBD kutim Melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutim, Muhammad Naim, Kepala BPBD Kutim Sulastin menyampaikan bahwa ketersediaan peralatan yang dimiliki saat ini dinilai cukup untuk mendukung kegiatan penanganan bencana di wilayah tersebut.

Menurut Naim, penempatan peralatan di dua posko dilakukan untuk menunjang kesiapsiagaan petugas sekaligus mempermudah mobilisasi ketika terjadi kondisi darurat. Dengan demikian, personel dapat lebih cepat melakukan persiapan penanganan sesuai lokasi kejadian.

“Kalau alat, alhamdulillah kita sudah cukup. Saat ini ada dua posko, di Sangatta Utara maupun Sangatta Selatan,” ujar Naim.

Ia menjelaskan, petugas BPBD setiap hari menjalankan piket dengan pembagian personel di kedua posko tersebut. Pengaturan ini dilakukan agar kesiapsiagaan tetap terjaga, baik di wilayah Sangatta Utara maupun Sangatta Selatan.

Selain menyiagakan personel, BPBD Kutim juga memastikan berbagai peralatan pendukung, termasuk kendaraan operasional dan peralatan water pump atau pompa air, berada dalam kondisi siap digunakan di masing-masing posko.

“Setiap hari teman-teman piket terbagi, sebagian di Sangatta Utara dan sebagian lagi di Sangatta Selatan. Peralatan, baik water pump maupun kendaraan, semuanya disiagakan di posko,” jelasnya.

Dengan kesiapan personel dan peralatan di dua titik tersebut, BPBD Kutim berupaya menjaga respons penanganan bencana agar tetap optimal. Keberadaan posko yang didukung sarana operasional diharapkan dapat memudahkan petugas ketika harus bergerak menghadapi situasi darurat.

BPBD Kutim pun terus mengandalkan kesiapsiagaan personel dan dukungan peralatan sebagai bagian dari upaya penanganan bencana di daerah, sehingga setiap laporan kejadian dapat ditindaklanjuti sesuai kebutuhan di lapangan.(Adv/Hu2)