TANJUNG REDEB, HARIAN UTAMA- Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas hadiri kegiatan Survei Akreditasi Rumah Sakit oleh Lembaga Kars di RSUD Abdul Rifai Kabupaten Berau.
Bupati didampingi langsung Dirut RSUD Abdul Rifai, Dr.Jusram saat mendengar penyampaian dari Tim akreditasi via Virtual dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) Kementrian Kesehatan (Kemenkes).
Bupati, Sri Juniarsih menuturkan, akreditasi ini merupakan syarat utama untuk memastikan mutu layanan dan keselamatan pasien dan sesuai dengan standar kelayakan yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.
“Setelah mengikuti akreditasi ini, kami sangat mengharapkan paripurnanya. baik itu dari kelengkapan-kelengkapan yang harus kami selesaikan maupun hal-hal lain.
Dikatakannya, dengan adanya akreditasi ini diharapkan pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat.
Ia menerangkan bahwa, akreditasi ini berlaku untuk fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga rumah sakit rujukan. Dan Pemprov Kaltim terus berkomitmen agar seluruh Rumah sakit memenuhi standar akreditasi RS.
“Untuk Penilaian dilakukan oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) yakni dr.Noviana Indarti dan Ns.Ni Putu Sri Wahyuni,”sebutnya.
Lebih lanjut, berkaitan dengan salah satu program unggulan Bupati dan wakil bupati yakni penilaian akreditasi.
“Harapannya jika sudah mencapai paripurna bintang lima, nantinya akan lebih mudah menaikkan tipe dari RSUD tipe C ke tipe B,” bebernya.
Sementara itu, Direktur RSUD Abdul Rivai, dr.Jusram mengungkapkan, apabila akreditasi sebagai syarat wajib dalam mendapatkan pengakuan baik izin maupun penjaminan mutu pelayanan.
“Ya, tentunya dengan adanya penerapan standar dari Kemenkes, otomatis akan meningkatkan mutu pelayanan dari rumah sakit, serta menjadi penilaian terkait capaian mutu pelayanan yang diselenggarakan,” terangnya.
Melalui akreditasi ini ada beberapa hal yang perlu dikoreksi, agar mutu pelayanan RSUD Abdul Rivai bisa semakin baik.
“Jadi hal yang perlu kami koreksi adalah komunikasi yang efektif antara tenaga kesehatan dan masyarakat. Itu yang pertama harus kita follow up. Kemudian yang kedua tentang antrian pasien. Dimana memang kami ditekankan untuk membuat antrian online, untuk mengurai penumpukan pasien di depan pendaftaran,” Kata dia.
Diakui Jusram, kendala yang dihadapi saat ini ialah antrian online yang dimiliki RSUD Abdul Rivai saat ini belum bisa merger dengan yang dimiliki oleh BPJS itu sendiri.
Ia berharap antrian online sudah bisa berjalan agar tidak ada lagi penumpukan pasien di rumah sakit. Pasalnya, mereka bisa memonitor melalui hp masing-masing, jadi pasien sudah tahu jam berapa mereka harus ke rumah sakit.
“Pertama kami berharap kita bisa meningkatkan pelayanan dan mutu pelayanan. Karena memang dari beberapa poin masih ada yang belum dikoreksi, termasuk salah satunya adalah rawat jalan yang harus diperbaiki,” tandasnya.(*/Rizal/adv).














