Harianutama.com, SANGATTA – Prestasi atlet panjat tebing Kutai Timur (Kutim) dalam kejuaraan National Climbing Series 3 Bupati Cup V Tahun 2026 menjadi sinyal positif bagi masa depan olahraga daerah. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim optimistis regenerasi atlet yang terus berjalan mampu memperkuat posisi Kutim sebagai salah satu pusat pengembangan olahraga di Kalimantan Timur.
Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, mengatakan atlet panjat tebing daerah berhasil meraih sejumlah prestasi dalam kejuaraan tersebut, mulai dari medali emas, perak hingga perunggu. Capaian itu dinilai menunjukkan hasil pembinaan yang dilakukan selama ini sekaligus menjadi modal untuk melahirkan atlet berprestasi pada masa mendatang.
“Alhamdulillah, atlet-atlet panjat tebing kita banyak yang meraih juara. Saya yakin lima sampai sepuluh tahun ke depan Kutim tidak akan kekurangan atlet karena regenerasi terus berjalan,” ujar Basuki saat diwawancarai awak media usai penutupan kejuaraan tersebut.
Menurutnya, salah satu kekuatan utama dalam pengembangan panjat tebing di Kutim adalah pembinaan atlet sejak usia dini. Saat ini, sekitar 60 anak tengah mengikuti pembinaan yang dilakukan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kutim. Jumlah tersebut menjadi potensi besar untuk menyiapkan atlet yang mampu bersaing di berbagai tingkatan kompetisi.
Basuki mengapresiasi FPTI Kutim yang dinilai konsisten menjalankan pembinaan dan menjaga keberlanjutan regenerasi atlet. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Kutim, serta seluruh pihak terkait, termasuk Dispora, yang telah memberikan dukungan bagi perkembangan olahraga di daerah.
Ia menegaskan, pembinaan atlet usia dini perlu diperkuat tidak hanya pada cabang panjat tebing, tetapi juga seluruh cabang olahraga. Untuk itu, pihaknya telah berkomunikasi dengan Ketua KONI Kutim agar pembinaan atlet dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan sehingga potensi generasi muda dapat berkembang secara maksimal.
“Harapan kita, pembinaan usia dini di semua cabang olahraga bisa berjalan dengan baik. Dengan begitu, cita-cita menjadikan Kutai Timur sebagai sentra olahraga di Kalimantan Timur bisa kita wujudkan,” katanya.
Basuki menilai, penyelenggaraan kejuaraan berskala nasional juga memberikan kesempatan berharga bagi atlet lokal untuk mengukur kemampuan menghadapi pesaing dari luar daerah, bahkan atlet yang telah menjalani pembinaan di tingkat nasional. Pengalaman bertanding tersebut diharapkan dapat meningkatkan mental, keterampilan, serta motivasi atlet Kutim untuk terus berlatih dan memperbaiki prestasi.
Melalui kompetisi dan pembinaan yang berkesinambungan, Dispora Kutim berharap semakin banyak atlet potensial yang lahir dan mampu mengharumkan nama daerah. Basuki optimistis, dengan dukungan pemerintah, KONI, pengurus cabang olahraga, pelatih, dan masyarakat, Kutim dapat semakin dikenal sebagai daerah yang memiliki kekuatan dan prestasi di bidang olahraga.
“Ke depan, harapan kita ketika berbicara tentang olahraga, masyarakat juga akan mengingat Kutai Timur sebagai salah satu pusat olahraga di Kaltim,” tutupnya. (ADV) (9)












