Dinkes Kutim Gelar Workshop Renstra Bisnis BLUD, Perkuat Perencanaan Puskesmas dan RSUD

Momen Foto bersama (Foto Istemewa)

Harianutama.com, SANGATTA – Penguatan tata kelola layanan kesehatan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dilakukan melalui penyusunan perencanaan bisnis yang terukur dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Upaya tersebut diwujudkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim melalui Workshop dan Pendampingan Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Bisnis BLUD Puskesmas dan RSUD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2026, Jumat (09/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 9–10 Oktober 2026, di Ruang D’Lounge Hotel Royal Victoria Sangatta ini menjadi wadah bagi fasilitas pelayanan kesehatan untuk memperkuat pemahaman mengenai perencanaan strategis, pengelolaan keuangan, serta pengembangan layanan dalam kerangka Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Kepala Dinkes Kutim, dr. Yuwana Sri Kurniawati, mengatakan Renstra Bisnis diperlukan sebagai pedoman bagi Puskesmas, Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), dan RSUD dalam menentukan arah pengembangan layanan selama lima tahun ke depan. Dokumen tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pemenuhan ketentuan administrasi, tetapi menjadi acuan dalam menetapkan program, target kinerja, kebutuhan anggaran, hingga proyeksi keuangan.

Dalam penyusunannya, setiap fasilitas kesehatan diminta menggunakan data dan kondisi aktual sebagai dasar perencanaan. Aspek yang perlu diperhatikan meliputi capaian kinerja, ketersediaan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, kondisi keuangan, kebutuhan masyarakat, serta peluang pengembangan layanan. Pendekatan ini diperlukan agar strategi yang disusun sesuai dengan karakteristik dan tantangan masing-masing fasilitas kesehatan.

Workshop tersebut juga menekankan pentingnya keterkaitan antara strategi, program, indikator kinerja, target, anggaran, dan hasil pelayanan. Melalui analisis lingkungan internal dan eksternal, analisis SWOT, serta pendekatan Balanced Scorecard, fasilitas kesehatan diharapkan mampu menyusun perencanaan yang lebih terarah dan memiliki ukuran keberhasilan yang jelas.

Yuwana menegaskan, fleksibilitas pengelolaan keuangan BLUD harus dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan mutu pelayanan, bukan sekadar mengejar pendapatan.

“Penggunaan sumber daya dan keuangan perlu memberikan dampak nyata, mulai dari peningkatan kualitas layanan, efisiensi operasional, produktivitas tenaga kesehatan, hingga kepuasan masyarakat,” ujar perempuan berkecamata itu.

Kegiatan ini turut melibatkan Tim Universitas Mulawarman sebagai narasumber dan pendamping teknis. Peserta diharapkan aktif berdiskusi serta menyampaikan persoalan yang dihadapi di masing-masing fasilitas kesehatan agar penyusunan dokumen dapat didasarkan pada kebutuhan riil di lapangan.

Melalui kegiatan tersebut, Dinkes Kutim menargetkan tersusunnya draf Renstra Bisnis 2026–2030, peta strategi (strategy map), rancangan Balanced Scorecard, serta rencana tindak lanjut. Hasil pendampingan diharapkan memperkuat kapasitas tim BLUD dalam menyusun, mengevaluasi, dan memperbarui perencanaan secara mandiri guna mewujudkan layanan kesehatan yang profesional, efektif, dan berkelanjutan. (ADV) (9)