Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Kesehatan terus berupaya melengkapi tenaga kesehatan di seluruh puskesmas, termasuk di wilayah pedalaman yang selama ini mengalami kekurangan dokter. Plt Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Sumarno, menyebut bahwa hingga kini sebagian besar puskesmas sudah memenuhi standar tenaga medis sesuai Permenkes.
Menurut Sumarno, satu puskesmas idealnya memiliki dua dokter umum, satu dokter gigi, seorang apoteker, analis, serta tenaga bidan dan perawat. Namun, tantangan muncul karena tidak semua dokter bersedia ditempatkan di wilayah terpencil.
“Sudah kita usahakan lengkap, tapi kadang-kadang dokternya yang tidak mau ditempatkan di daerah pedalaman,” ujarnya.
Ia mencontohkan, Puskesmas Batu Ampar dan Rantau Pulung masih kekurangan tenaga dokter gigi. Meski demikian, Dinas Kesehatan telah menyiapkan solusi dengan merekrut tenaga dari program Nusantara Sehat (NS) yang digaji langsung oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
“Alhamdulillah tahun ini sudah masuk tenaga dari program Nusantara Sehat. Di Sandaran sudah ada tambahan dokter umum, dokter gigi, dan perawat gigi. Tenaga NS ini sangat membantu kami,” jelasnya.
Sumarno menambahkan, sejak 2024 sebanyak 21 puskesmas di Kutim sudah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Dengan status ini, puskesmas memiliki kewenangan untuk menyaring dan menggaji dokter sendiri melalui dana BLUD.
“Kalau tidak ada tenaga NS, mungkin kami akan kalang kabut. Sekarang puskesmas bisa menggaji dokter melalui BLUD, jadi lebih fleksibel,” pungkasnya. (Adv)













