Disdik Kutim Siapkan Strategi Kembalikan Anak Putus Sekolah ke Bangku Pendidikan

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Disdikbud Kutim, Mulyono saat ditemui oleh awak media di ruang kerjanya.

Harianutama.com Sangatta –  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Kutai Timur tidak hanya fokus membenahi data anak tidak sekolah (ATS), tetapi juga menyiapkan langkah untuk mengembalikan anak yang masih berada dalam usia sekolah ke bangku pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Disdikbud Kutai Timur, Mulyono, mengatakan anak yang terlanjur putus sekolah namun masih berada dalam usia sekolah akan didorong untuk kembali melanjutkan pendidikan formal.

“Selain perbaikan data, kita juga melakukan upaya-upaya untuk bagaimana mengembalikan anak-anak yang terlanjur putus sekolah ini ke bangku sekolah sepanjang masih di usia sekolah,” ujarnya, Rabu (23/9/2026).

Sementara bagi anak yang sudah melewati usia sekolah, pemerintah akan mendorong mereka mengikuti pendidikan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang tersedia di sejumlah kecamatan.

Melalui PKBM, mereka dapat mengikuti program pendidikan kesetaraan untuk memperoleh ijazah paket sekal munculnya angka ATS. Pertama, anak yang belum pernah masuk sekolah. Kedua, anak yang pernah bersekolah tetapi kemudian putus sekolah. Ketigus mendapatkan keterampilan yang dibutuhkan.

Mulyono menjelaskan, terdapat beberapa sumber munculnya angka ATS. Pertama, anak yang belum pernah masuk sekolah. Kedua, anak yang pernah bersekolah tetapi kemudian putus sekolah. Ketiga, anak yang telah menyelesaikan jenjang pendidikan tetapi tidak melanjutkan ke jenjang berikutnya.

“Yang ketiga adalah anak yang lulus tapi tidak melanjutkan. Maksudnya lulus SD, tidak ke SMP, atau lulus SMP tapi tidak ke SMA. Nah, itu sumber-sumber ATS ini,” jelasnya. (Adv/Hu2)