Harianutama.com, SANGATTA – Penguatan kualitas layanan pendidikan anak usia dini (PAUD) menjadi salah satu perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim). Pembinaan dilakukan mulai dari peningkatan kompetensi tenaga pendidik hingga pengembangan sarana dan prasarana satuan pendidikan.
Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Disdikbud Kutin, Heri Purwanto, menyebut saat ini terdapat sekitar 478 satuan PAUD di Kutim yang mencakup lembaga formal maupun nonformal. Jumlah tersebut dapat mengalami perubahan setiap tahun berdasarkan hasil evaluasi dan perkembangan satuan pendidikan.
Menurut Heri, pembinaan dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan layanan PAUD dapat berjalan dengan baik dan menjangkau masyarakat. Salah satu fokusnya adalah peningkatan kualitas guru melalui berbagai pelatihan yang disesuaikan dengan program prioritas pemerintah pusat.
Dari sisi fasilitas, Disdikbud Kutim juga terus mendorong peningkatan sarana dan prasarana PAUD. Upaya tersebut tidak hanya menyasar lembaga negeri, tetapi juga satuan pendidikan swasta agar kualitas layanan dapat berkembang secara lebih merata.
Heri menjelaskan peningkatan mutu PAUD tidak dapat dilakukan hanya melalui satu aspek. Kurikulum, tata kelola peserta didik, sistem penilaian, kelembagaan, kompetensi guru, hingga fasilitas pendidikan perlu diperhatikan secara bersamaan.
“Kami berharap dengan semua lini itu digarap, layanan PAUD di Kutai Timur menjadi lebih berkualitas,” katanya.
Menurutnya, pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik bagi anak usia dini. Hal tersebut sekaligus menjadi bagian dari investasi pendidikan jangka panjang untuk mempersiapkan generasi Kutai Timur.
Disdikbud Kutim juga terus mengevaluasi kondisi satuan PAUD agar kebijakan pembinaan dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Dengan pendekatan tersebut, layanan pendidikan anak usia dini diharapkan semakin mampu memenuhi kebutuhan tumbuh dan berkembangnya anak. (ADV) (9)












