Disdikbud Kutim Perkuat Validasi Data Anak Tidak Sekolah hingga Tingkat Desa

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Disdikbud Kutim, Mulyono Saat ditemui oleh awak media di ruang kerjanya.

Harianutama.com Sangatta – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus melakukan pembenahan data anak tidak sekolah (ATS) guna memastikan data yang digunakan pemerintah benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.

Langkah tersebut dilakukan melalui proses verifikasi dan validasi secara langsung dengan melibatkan sejumlah pihak hingga tingkat desa dan lingkungan masyarakat. Upaya ini dilakukan setelah data awal menunjukkan jumlah anak tidak sekolah di Kutim berada pada angka yang cukup tinggi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur, Mulyono, mengatakan berdasarkan data sejak Maret 2025, jumlah anak tidak sekolah di Kutim tercatat lebih dari 13 ribu anak. Namun, setelah dilakukan verifikasi langsung ke lapangan, ditemukan lebih dari 3.000 anak ternyata masih bersekolah.

“Setelah kita lakukan verifikasi dan validasi ke lapangan dengan melibatkan PKK desa kemudian RT, ini di data lebih 3.000 ternyata anak itu sekolah. Dan sudah diperbaiki datanya, sekarang tinggal sekitar 10.000,” ujar Mulyono saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Rabu (23/9/2026).

Ia menjelaskan, selain melakukan pembaruan data, pihaknya juga menemukan hampir 4.000 anak yang memang tidak menempuh pendidikan. Data tersebut telah disampaikan kepada Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) sebagai pihak yang menangani data ATS.

Menurut Mulyono, proses validasi data akan terus dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari organisasi perangkat daerah, instansi vertikal hingga operator desa.

“Upaya perbaikan data dan bagaimana penanganannya bisa lebih maksimal dengan berkolaborasi dengan semua stakeholder terkait,” katanya.

Mulyono menegaskan, pembenahan data menjadi langkah penting agar intervensi terhadap anak yang tidak sekolah dapat dilakukan secara tepat sasaran.(Adv/Hu2)