Harianutama.com Sangatta – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendorong keberadaan galeri budaya, galeri arkeologi, dan pusat informasi geopark tidak hanya menjadi tempat untuk melihat koleksi kebudayaan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang edukasi bagi generasi muda.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Ilham, mengatakan keberadaan ruang-ruang tersebut memiliki peran penting dalam memperkenalkan sejarah dan kekayaan budaya daerah kepada para pelajar, Kamis (24/09/2026).
Hal itu disampaikannya saat menerima kunjungan SMP IT Darussalam. Menurut Ilham, kunjungan dari satuan pendidikan menjadi salah satu cara untuk mendekatkan generasi muda dengan berbagai peninggalan serta kekayaan budaya yang dimiliki Kutim.
“Tujuan utama kita bahwa tempat ini menjadi pusat edukasi, menjadi pusat pendidikan,” ujar Ilham.
Ia berharap pemanfaatan galeri dan pusat informasi kebudayaan dapat membantu pelajar memahami sejarah serta perkembangan kebudayaan secara lebih dekat. Selain itu, para siswa diharapkan dapat mengenal beragam potensi budaya daerah yang kemudian mendorong mereka untuk ikut menggali dan mengembangkannya.
Ilham menegaskan, pihaknya terus berupaya menempatkan kebudayaan tidak sebatas sebagai tontonan maupun hiburan. Kebudayaan, kata dia, juga harus mampu menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
“Bagaimana menjadikan kebudayaan ini menjadi wadah edukasi dan pendidikan,” katanya.
Melalui pendekatan tersebut, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penikmat kebudayaan, tetapi juga memahami nilai sejarah, makna, serta potensi yang terkandung dalam berbagai kekayaan budaya di daerah.
Dengan demikian, keberadaan galeri budaya, galeri arkeologi, dan pusat informasi geopark dapat menjadi sarana pembelajaran yang mempertemukan pelajar dengan sejarah dan kebudayaan Kutai Timur secara langsung.(Adv/Hu2)












