Harianutama.com Sangatta – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi mendorong Bankaltimtara menghadirkan terobosan pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya masyarakat yang kesulitan memperoleh modal karena tidak memiliki agunan. Menurutnya, peran bank milik pemerintah daerah tidak cukup hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat nyata bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Mahyunadi saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Bankaltimtara di Kabupaten Kutai Timur. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa keberhasilan bank daerah semestinya berjalan seiring dengan kemajuan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Atas nama pribadi, saya mengucapkan selamat ulang tahun ke-61 Bankaltimtara. Semoga pada usia ini Bankaltimtara semakin maju, semakin modern, dan yang paling penting semakin dekat serta bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Mahyunadi menyampaikan, Bankaltimtara memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu lembaga perbankan yang kepemilikan sahamnya melibatkan pemerintah daerah, baik di Kalimantan Timur maupun Kalimantan Utara. Karena itu, keberhasilan bank tersebut diharapkan turut mendorong pembangunan di daerah.
Ia berharap dana masyarakat yang dihimpun perbankan dapat memberikan dampak lebih luas bagi perekonomian lokal, mulai dari mendukung UMKM, petani, nelayan, sektor perkebunan, perdagangan, pariwisata hingga industri pengolahan dan berbagai usaha produktif lainnya.
Menurut Mahyunadi, Kutai Timur masih memiliki ketergantungan yang cukup besar terhadap sektor pertambangan. Bahkan, sektor tersebut masih menyumbang lebih dari 70 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah.
Meski memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan, ketergantungan terhadap pertambangan dinilai tidak bisa berlangsung selamanya. Keterbatasan cadangan sumber daya alam dan kemungkinan perubahan persaingan pasar global menjadi alasan penting bagi daerah untuk menyiapkan sumber pertumbuhan ekonomi baru.
“Kita tidak bisa terus bergantung pada pertambangan. Walaupun sekarang masih menjadi primadona, kita harus mempersiapkan mesin-mesin pertumbuhan ekonomi baru di luar sektor tersebut,” tegasnya.
Mahyunadi juga menyinggung peluang pengembangan industri baru di Kutai Timur, termasuk rencana pembangunan pabrik etanol dengan nilai investasi sekitar Rp41 triliun di kawasan ekonomi khusus. Investasi tersebut diharapkan membuka peluang pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan efek berganda bagi masyarakat sekitar.
Namun, ia mengingatkan agar pertumbuhan investasi berskala besar juga diikuti penguatan usaha masyarakat. UMKM, menurutnya, harus mendapatkan ruang untuk berkembang agar manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan oleh pelaku industri besar.
Mahyunadi menilai, salah satu persoalan utama yang masih dihadapi pelaku usaha mikro adalah keterbatasan permodalan. Banyak masyarakat ingin memulai usaha kecil, seperti berjualan makanan dan minuman, tetapi terkendala modal awal serta persyaratan pinjaman perbankan.
Di sisi lain, persyaratan agunan sering menjadi hambatan bagi masyarakat yang belum memiliki rumah atau aset tetap. Kondisi tersebut membuat sebagian pelaku usaha sulit mengakses pembiayaan formal meskipun memiliki keinginan untuk bekerja dan membangun usaha secara mandiri.
“Bagaimana caranya agar masyarakat kita yang tidak punya agunan bisa mendapatkan modal? Inilah yang saya harapkan menjadi perhatian Bankaltimtara. Bank harus memiliki terobosan agar pelaku usaha mikro tetap bisa memperoleh akses permodalan,” katanya.
Ia menilai, kebutuhan modal pelaku usaha mikro tidak selalu besar. Sebagian masyarakat hanya memerlukan pembiayaan sekitar Rp10 juta hingga Rp20 juta untuk memulai atau mengembangkan usaha.
Karena itu, Mahyunadi berharap Bankaltimtara dapat memikirkan skema pembiayaan yang lebih mudah dijangkau, dengan tetap memperhatikan ketentuan perbankan dan prinsip kehati-hatian. Dukungan tersebut dinilai penting agar masyarakat yang belum memiliki aset dapat memperoleh kesempatan mengembangkan usaha produktif.
Mahyunadi juga menceritakan upaya yang pernah dilakukan untuk memperluas pelayanan perbankan hingga wilayah pedalaman Kutai Timur. Saat itu, pembukaan kantor cabang di Muara Bengkal dan Muara Wahau menjadi salah satu langkah untuk mendekatkan layanan keuangan kepada masyarakat.
Menurutnya, perluasan jaringan layanan harus diikuti kemudahan akses pembiayaan. Dengan begitu, keberadaan bank daerah tidak hanya dirasakan oleh masyarakat perkotaan, tetapi juga oleh warga di kecamatan dan wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan.
Ia menambahkan, pemerintah daerah sebelumnya juga pernah mempertimbangkan dukungan permodalan melalui lembaga keuangan daerah untuk membantu menjamin pembiayaan masyarakat. Namun, rencana tersebut sempat ditunda karena kondisi lembaga keuangan yang perlu menjadi pertimbangan.
Bagi Mahyunadi, ukuran keberhasilan Bankaltimtara tidak semata-mata dilihat dari besarnya laba atau dividen yang diterima pemerintah daerah. Manfaat yang lebih luas justru terlihat dari jumlah UMKM yang berkembang, tumbuhnya usaha baru, serta terciptanya lapangan kerja bagi masyarakat.
“Ukuran yang ingin kita dapatkan bukan hanya seberapa besar laba yang diperoleh, tetapi juga berapa banyak UMKM yang bisa naik kelas, berapa banyak usaha baru yang tumbuh, dan berapa banyak lapangan pekerjaan yang tercipta,” ungkapnya.
Ia berharap momentum HUT ke-61 menjadi kesempatan bagi Bankaltimtara untuk memperkuat inovasi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperluas kontribusi dalam mendorong transformasi ekonomi daerah.
Mahyunadi menegaskan, semangat Energi Baru Terus Melaju harus diwujudkan melalui pembaruan layanan, keberanian menghadirkan solusi pembiayaan, dan komitmen membantu masyarakat mengembangkan potensi ekonominya.
“Energi baru berarti semangat baru, inovasi baru, pelayanan yang semakin baik, serta keberanian mencari sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi daerah,” tuturnya.
Ia pun berharap Bankaltimtara semakin berkembang dan mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan ekonomi yang lebih kuat, UMKM yang naik kelas, serta masyarakat Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara yang semakin sejahtera.
“Selamat ulang tahun ke-61 Bankaltimtara. Semoga Bankaltimtara terus maju, ekonomi semakin berkembang, UMKM naik kelas, dan masyarakat semakin sejahtera,” pungkasnya.(Adv/Hu2)












