Harianutama.com, SANGATTA – Penunjukan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) sebagai tuan rumah National Climbing Series III Bupati Cup V Kutai Timur 2026 menjadi kebanggaan tersendiri bagi pemerintah daerah. Selain masuk dalam kalender kompetisi nasional, kejuaraan yang digelar di Sport Climbing Center, Bukit Pelangi, Sangatta, pada 10–14 Oktober 2026 tersebut dinilai membuka peluang untuk memperkenalkan daerah sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim, Basuki Isnawan, mengatakan kepercayaan menjadi tuan rumah salah satu dari tiga seri nasional panjat tebing tahun ini merupakan kesempatan penting bagi Kutim. Dua seri lainnya berlangsung di Tangerang dan Manado. Menurutnya, kehadiran atlet dan peserta dari 11 provinsi membuat nama Kutim semakin dikenal di tingkat nasional, Sabtu (10/10/2026).
Basuki menjelaskan, dampak penyelenggaraan kejuaraan tidak hanya dirasakan dari sisi olahraga, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Kedatangan atlet, ofisial dan pendamping dari berbagai daerah turut meningkatkan kebutuhan akomodasi serta aktivitas usaha lokal. Hotel, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga sektor pendukung lainnya diharapkan ikut merasakan manfaat dari kegiatan tersebut.
Di sisi pembinaan, kejuaraan ini menjadi kesempatan bagi atlet panjat tebing Kutim untuk menyaksikan langsung persaingan atlet nasional sekaligus meningkatkan motivasi berlatih. Basuki menilai, peluang atlet lokal, Rizky Sholeh Akbar, untuk mengikuti seleksi nasional (seleknas) menjadi salah satu bukti bahwa pembinaan yang dilakukan daerah mulai menunjukkan hasil positif.
Ia menyebut, Rizky sebelumnya juga telah mendapatkan kesempatan mengikuti kompetisi World Climbing di China. Dengan adanya peluang mengikuti seleknas, Basuki berharap atlet tersebut dapat terus meningkatkan kemampuan dan melangkah menuju jenjang prestasi yang lebih tinggi. Ia juga optimistis semakin banyak atlet Kutim yang mampu menembus pelatnas pada masa mendatang.
Basuki menegaskan, dukungan Pemerintah Kabupaten Kutim terhadap kemajuan olahraga turut diwujudkan melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai. Fasilitas panjat tebing di Bukit Pelangi dipersiapkan untuk menunjang pembinaan sekaligus memenuhi kebutuhan penyelenggaraan kompetisi tingkat nasional. Menurutnya, kesiapan fasilitas menjadi salah satu faktor penting agar Kutim dapat terus dipercaya sebagai tuan rumah kejuaraan bergengsi.
“Ini menjadi kebanggaan bagi kita. Kutim tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berkembang sebagai sentra olahraga panjat tebing di Kalimantan Timur,” ujarnya saat diwawancarai awak media.
Lebih lanjut, Basuki menyoroti tingginya antusiasme anak-anak dan atlet muda yang rutin berlatih di Sport Climbing Center. Aktivitas latihan yang berlangsung setiap sore hingga malam menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap olahraga tersebut. Kondisi ini menjadi modal penting untuk menjaga kesinambungan regenerasi atlet, mulai dari kelompok usia dini hingga jenjang senior.
Menurutnya, pembinaan sejak usia dini bukan hanya bertujuan melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga membangun karakter generasi muda. Melalui panjat tebing, anak-anak dilatih untuk disiplin, berani menghadapi tantangan, mengendalikan diri, dan pantang menyerah. Kegiatan olahraga juga diharapkan menjadi pilihan aktivitas positif bagi generasi muda dalam mengisi waktu luang.
Ke depan, Basuki berharap prestasi atlet panjat tebing Kutim semakin berkembang hingga mampu bersaing di tingkat internasional. Ia menilai keberhasilan menjadi tuan rumah National Climbing Series III harus dimanfaatkan untuk memperkuat pembinaan, menjaga kualitas fasilitas, serta meningkatkan jumlah atlet yang mampu menembus seleksi nasional dan pelatnas. Dengan dukungan pemerintah, pengurus cabang olahraga, pelatih, dan masyarakat, Kutim diharapkan semakin diperhitungkan sebagai salah satu pusat pengembangan panjat tebing di Kalimantan Timur. (ADV) (9)












