Stadion Kudungga Kini Jadi Ruang Publik Olahraga, dari Lari hingga Bela Diri

Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan

Harianutama.com, SANGATTA – Stadion Kudungga Kutai Timur (Kutim) kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pertandingan olahraga. Kawasan tersebut mulai diarahkan menjadi ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas olahraga.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim, Basuki Isnawan, mengatakan pihaknya membuka sejumlah fasilitas untuk masyarakat dan komunitas olahraga secara lebih luas.

“Sekarang orang bisa menggunakan fasilitas untuk bermain voli, bulu tangkis, futsal. Gedung bela diri juga bisa digunakan untuk pencak silat, karate dan olahraga lainnya,” kata Basuki saat diwawancarai awak media diruang kerjanya, Senin (28/09/2026).

Selain gedung olahraga, fasilitas lintasan lari menjadi salah satu sarana yang terbuka bagi masyarakat. Lintasan tersebut dapat digunakan mulai pukul 06.00 hingga 18.00 Wita tanpa dipungut biaya.

Menurut Basuki, akses gratis tersebut diberikan agar masyarakat memiliki ruang yang layak untuk berolahraga. Ia menilai fasilitas publik akan lebih bermanfaat apabila benar-benar digunakan oleh masyarakat.

“Silakan digunakan. Tempat larinya bagus dan tidak dipungut biaya,” ujarnya.

Kawasan Stadion Kudungga juga mulai mengalami perubahan suasana. Penerangan yang lebih baik membuat aktivitas masyarakat dapat berlangsung hingga malam hari, sekaligus membuat kawasan tersebut lebih ramai.

Basuki menyebut keterbukaan fasilitas olahraga juga menjadi bagian dari strategi pembinaan pemuda. Dengan menyediakan ruang aktivitas yang positif, pemerintah berharap anak-anak muda memiliki pilihan kegiatan yang sehat dan produktif.

Ia menambahkan, pengelolaan fasilitas olahraga membutuhkan kolaborasi. Tidak hanya Dispora, pemerintah kecamatan, komunitas, perusahaan dan masyarakat juga dinilai memiliki peran dalam menjaga fasilitas olahraga.

Dengan konsep tersebut, Basuki berharap Stadion Kudungga dapat berkembang sebagai salah satu pusat kegiatan olahraga dan kepemudaan di Kutai Timur. (ADV) (9)