http://Harianutama.com Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendorong lulusan Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) Kutim untuk mengambil peran dalam pembangunan daerah, khususnya dalam memperkuat sektor pertanian, inovasi, dan pemanfaatan teknologi.
Hal tersebut disampaikan Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Sekretariat Kabupaten Kutim, Idham Cholid, saat menghadiri Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana ke-21 STIPER Kutim Tahun 2026 di Gedung Serba Guna (GSG), Rabu (7/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Idham menyampaikan apresiasi kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan pendidikan. Ia juga memberikan penghargaan kepada orang tua dan keluarga yang selama ini turut memberikan dukungan selama proses pendidikan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutim maupun secara pribadi, mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang hari ini resmi meraih gelar sarjana. Hari ini adalah momentum bersejarah yang menandai puncak dari kerja keras, ketekunan dan pengorbanan saudara-saudara selama menempuh studi,” ujar Idham.
Menurutnya, keberadaan STIPER Kutim memiliki posisi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mendukung arah pembangunan daerah. Para lulusan diharapkan tidak hanya mengandalkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi mampu menerapkannya untuk menjawab kebutuhan pembangunan.
“Para lulusan STIPER Kutim harus turut serta mengambil peran dalam pembangunan daerah, khususnya melalui penguatan sektor pertanian, inovasi, dan pemanfaatan teknologi,” katanya.
Idham menilai Kutim memiliki potensi besar di sektor pertanian yang mencakup ketahanan pangan, perkebunan, peternakan, perikanan serta berbagai sektor produktif lainnya. Potensi tersebut dinilai perlu terus dikembangkan sebagai salah satu penopang perekonomian daerah dalam jangka panjang.
Ia juga menyinggung pentingnya mengurangi ketergantungan terhadap sektor pertambangan yang bersifat tidak terbarukan. Menurutnya, sektor pertanian perlu dipersiapkan sebagai salah satu fondasi ekonomi Kutim ke depan.
“Ketergantungan kita pada sektor pertambangan yang tidak terbarukan harus mulai dikurangi secara bertahap. Pertanian harus kita jadikan sebagai fondasi utama perekonomian Kutim di masa depan,” tegasnya.
Selain meningkatkan produksi, Idham menekankan pentingnya hilirisasi hasil pertanian. Produk pertanian masyarakat diharapkan tidak berhenti pada penjualan bahan mentah, tetapi dapat diolah di daerah sehingga menghasilkan nilai tambah sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
“Tidak boleh lagi hasil pertanian kita hanya dijual dalam bentuk bahan mentah. Kita perlu lebih jauh berkembang,” jelasnya.
Di tengah perkembangan teknologi, lulusan STIPER juga dinilai memiliki peluang besar untuk mendorong pertanian yang lebih modern. Pemanfaatan data, drone, otomasi hingga kecerdasan buatan dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi sektor pertanian.
“Sekarang kita telah memasuki era pertanian modern. Saatnya saudara-saudara memanfaatkan teknologi. Namun ingat, teknologi adalah alat bantu, bukan pengganti peran manusia,” tutupnya.(Adv/Hu)












