banner 1024x768banner 1024x768banner 1024x768banner 1024x768

Disbudpar Berau Jalin Kerja Sama dengan Bali,Tingkatkan Wisata Berau, Majukan Perekonomian Masyarakat

Pariwisata Berau dan Bali

TANJUNG REDEB,HARIAN UTAMA – Berbicara mengenai pariwisata di Bumi Batiwakkal. Tentu tidak cukup waktu sehari. Begitu banyak keindahan lukisan Tuhan ditempatkan di . Mulai Kelay, hingga Bidukbiduk, bahkan salah satu pulau terluar di Indonesia, yakni , keindahan sisi darat dan bawah lautnya tidak perlu diragukan.

Hantaman badai Covid-19 pada 2020 lalu, merobek asa masyarakat khususnya pelaku wisata. Kunjungan anjlok. Pada tahun 2019, Berau menjadi salah satu tujuan wisata, bahkan data yang dipegang oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, menunjukan angka wisatawan mancanegara mencapai 8.323 jiwa, dan wisatawan nusantara menyentuh angka 292.692 kunjungan. Namun pada tahun 2020 lau menurun drastis, 220 jiwa untuk wisatawan mancanegara, sedangkan wisatawan nusantara menurun menjaadi 127.176 jiwa. Mirisnya, di tahun 2021 lalu hanya 53 jiwa saja untuk wisatawan mancanegara, dan hanya 87.799 jiwa, untuk kunjungan turis nusantara. Atau turun 50 persen.

Kepala Disbudpar Berau, Ilyas Natsir menuturkan, pesona wisata Berau memang cukup menjanjikan. Perlu peran semua pihak, untuk terus mendorong, agar wisata bisa terus terekspos.

“Program Kemitraan Pemasaran ini memiliki peranan penting untuk meningkatkan brand awareness dan recognition Wonderful Indonesia yang merupakan brand pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia”, katanya.(02/01/2022).

Menurutnya, untuk memajukan pariwisata dan ekonomi kreatif tidak bisa dilakukan sendiri, perlu kolaborasi antar stakeholder (pentahelix) dalam spirit Indonesia Incorporated. Termasuk juga dalam memperkuat branding wonderful indonesia, wisatawan bisa datang berlibur dan menggunakan produk dari mitra. Ia menjelaskan pendekatan strategi pemasaran secara digital menjadi yang utama dengan berbagai bentuk kampanye yang menyesuaikan momen tertentu. Bekerjasama menjadi salah satu instrumen penting dalam melakukan pemasaran, khususnya meningkatkan brand awareness dari Wonderful Indonesia yakni pariwisata. Selain itu, dengan bekerja sama secara sinergi dalam balutan Kemitraan Pemasaran, para pihak diharapkan mampu melakukan penetrasi ke pasar yang baru.

“Tentu kami ingin, wisatawan datang bukan karena penasaran saja. Artinya hanya sekali datang. Tapi bagaimana, membuat wisatawan ini berulang kali datang ke Berau ini,” paparnya.

Memang tidak semudah membalikan telapak tangan dalam mengembangkan pariwisata. Maka dari itu, Ilyas meminta semua stakeholder turut membantu mengembangkan destinasi wisata yang ada. Tidak hanya dikembangkan namun juga perlu dijaga keasriannya. Ditambahkannya, Kombinasi mitra yang memiliki karakteristik pasar masing-masing, diharapkan mampu membantu akselerasi kegiatan pemasaran Kemenparekraf untuk mendatangkan wisatawan mancanegara maupun mendorong pergerakan wisatawan nusantara.

“Saat ini Berau telah bekerja sama dengan , untuk masalah wisatawan. Jadi akan ada paket dari Bali ke Berau. Jika tidak ada halangan, tahun depan berjalan,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, pihaknya juga sudah melakukan berbagai promosi, termasuk dengan Jogjakarta, dan Bali. Pihak dari promosi Bali, akan tiba di Berau, mulai melakukan penghitungan biaya dari Berau ke Bali berapa, begitu juga sebaliknya, dan itu akan dibikin perpaket.

“Mereka sudah siap. Potensi wisata kita tidak kalah dengan Bali,” paparnya.

Begitu juga untuk pengembangan desa wisata. Pihaknya langsung turun tangan melakukan pelatihan terhadap sumber daya manusia (SDM) yang ada di destinasi wisata tersebut. Tidak hanya sekali, namun berkali-kali, diberikan pembekalan ilmu. Termasuk penguasaan bahasa asing.

“Saya yakin, Berau bisa bangkit dari keterpurukan pandemi Covid-19 lalu. Semua butuh proses, dan berjalan,” bebernya.

Dan untuk diketahui, sebelumnya, Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) yang juga sebagai Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah Provinsi Bali menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kabupaten Berau, terkait Pemasaran Pariwisata, Pengembangan Destinasi Pariwisata, Kelembagaan Kepariwisataan serta Ekonomi Kreatif dengan Kabupaten Berau, bertempat di Kantor Gubernur Bali, Selasa (20/12) lalu. Dan rencananya pihak dari Bali akan datang ke Berau, untuk duduk bersama dengan , Sri Juniarsih. Untuk melanjutkan tanda tangan tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau, Ilyas Natsir, mengatakan pihaknya mengajukan MoU jangka waktu lima tahun dengan Badan Promosi Pariwisata Daerah Bali untuk belajar dan menimba ilmu dari Bali dalam mengembangkan kepariwisataan Berau. Dijelaskannya, Berau memiliki potensi alam yang sangat bagus, namun manajemen promosi pariwisata belum maksimal dilakukan, untuk itu pihaknya ingin menjalin kerjasama dengan Bali yang sudah memiliki nama dimata dunia.

Sehingga nantinya, Berau bisa mengembangkan pariwisata dengan maksimal. Diharapkan juga dengan kerjasama tersebut, dapat memberikan pertukaran pariwisata antar Bali dan Berau sehingga kerjasama bisa terjalin dengan harmonis.

Menanggapi hal itu, Wagub Cok Ace menyambut baik tujuan dari Kabupaten Berau, bagaimanapun Bali dan Berau masih dalam satu kesatuan NKRI jadi harus saling membantu dalam mengembangkan hal-hal positif sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan yang ada.

Terkait promosi pariwisata, Wagub Cok Ace mengatakan bahwa Bali memiliki event internasional yaitu Bali and Beyond Travel Fair yang merupakan ajang untuk mempromosikan pariwisata yang ada di seluruh Nusantara dan Kabupaten Berau dapat memanfaatkan hal tersebut, untuk narik buyer-buyer yang datang dalam acara tersebut. Diharapkan kerjasama tersebut dapat terjalin dengan baik dan memberikan dampak positif bagi pariwisata kedua daerah baik Bali maupun Berau.(PiN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *