DPRD Dorong Transparansi Perusahaan Tambang dalam Pelaporan Keuangan

Sangatta – Upaya memperkuat sumber pendapatan asli daerah menjadi perhatian serius DPRD Kutai Timur seiring kebutuhan pembangunan yang semakin meningkat. Ketua DPRD Kutim Jimmi menyampaikan bahwa pihaknya tengah menyiapkan pembentukan Panitia Khusus Sumber Daya Alam untuk melakukan pendataan serta kajian ekonomi secara lebih komprehensif terhadap aset daerah yang selama ini belum tergarap maksimal.

Ia menjelaskan bahwa potensi SDA di Kutim cukup besar namun pengelolaannya belum didukung dengan data yang terukur. Kondisi ini membuat daerah belum bisa memperoleh hasil optimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Kendala utama kita mungkin pada pengelolaan dan pendataan sumber daya alam yang belum detail. Maka dari itu, kami meminta DPRD untuk membentuk pansus agar bisa mengkaji potensi dan nilai sumber daya tersebut lebih akurat,” ujarnya.

Menurutnya, pansus tersebut akan bekerja untuk menghimpun informasi riil di lapangan, terutama terkait sektor tambang dan mineral yang menjadi andalan utama perekonomian daerah. Data tersebut akan menjadi landasan dalam perumusan kebijakan peningkatan PAD yang saat ini masih berada di angka sekitar 450 miliar rupiah.

“Pansus ini penting, agar pusat bisa melihat kondisi riil daerah secara objektif,” kata Jimmi.

Ia menegaskan bahwa transparansi dari perusahaan yang beroperasi di Kutai Timur juga sangat dibutuhkan. Pelaporan keuntungan harus dilakukan secara terbuka agar daerah dapat memperoleh bagian yang sesuai dengan kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

“Kita juga ingin mengajak perusahaan-perusahaan tambang dan mineral untuk transparan dalam pelaporan keuntungan mereka, supaya daerah bisa mendapatkan bagian yang semestinya,” tambahnya.

Jimmi menyebut bahwa pembentukan pansus ini bertujuan menghadirkan data kuat yang dapat menjadi dasar peningkatan pendapatan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia berharap seluruh pihak dapat mendukung langkah tersebut agar hasilnya dapat dirasakan langsung oleh warga Kutim.

“Kita minta semua pihak jujur, karena daerah ini perlu tumbuh dan berkembang. Kami optimistis masa depan daerah ini masih lebih cerah daripada sekarang,” pungkasnya.(Adv/hu02)