DPRD Kutim Desak Sinkronisasi LP2B dalam RTRW

Sangatta – Pembahasan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Kutai Timur kembali menyoroti sektor pertanian sebagai salah satu bagian penting dalam penyusunan arah pembangunan daerah. DPRD Kutim menekankan bahwa keberadaan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan harus memiliki kepastian dalam dokumen tata ruang agar lahan produktif masyarakat tetap terlindungi dari tekanan alih fungsi. Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Kutim, Faizal Rachman, yang menilai Dinas Pertanian belum menyiapkan data teknis secara lengkap.

Faizal menyebut bahwa LP2B merupakan instrumen strategis dalam menjaga ketahanan pangan wilayah. Kejelasan posisi lahan produktif harus dipastikan sejak proses awal penyusunan RTRW agar pembangunan tidak mengorbankan ruang pertanian yang telah ada. “LP2B itu sangat vital. Tapi sampai sekarang masih banyak yang belum disinkronkan,” ujarnya.

Menurutnya, minimnya sinkronisasi data akan berdampak pada pengambilan keputusan yang tidak sesuai dengan kondisi lapangan. Ia mengingatkan bahwa DPRD tidak ingin petani menjadi pihak yang paling dirugikan jika RTRW disahkan tanpa kepastian zonasi pertanian. “Kalau LP2B tidak jelas, petani bisa kehilangan ruangnya. Itu berbahaya,” katanya.

Faizal mendorong Dinas Pertanian mempercepat penyampaian data yang dibutuhkan agar proses pembahasan RTRW tidak molor. Ia menilai keterlambatan seperti ini dapat menghambat penyelesaian dokumen tata ruang yang seharusnya segera difinalisasi sebagai pedoman pembangunan jangka panjang.

Selain itu, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah harus memberikan ruang yang cukup bagi pengembangan sektor pertanian agar Kutai Timur tidak terlalu bergantung pada industri ekstraktif. Menurutnya, keberlanjutan pangan dan keseimbangan struktur ekonomi daerah harus menjadi pertimbangan utama dalam penyusunan RTRW.

Faizal berharap koordinasi lintas sektor dapat ditingkatkan sehingga arah pembangunan tetap menjaga kepentingan petani serta keberlanjutan ruang pertanian di masa mendatang. Dengan konsolidasi data yang lengkap dan kebijakan yang tepat, ia optimistis sektor pertanian Kutim dapat bertahan dan terus berkembang di tengah tekanan investasi dan pembangunan fisik lainnya.(Adv/hu02)