banner 1024x768 banner 1024x768

Pembangunan Saluran Drainase Jalan Ery Suparjan (Kenyamukan) Mangkrak

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus berjuang mengatasi masalah banjir dan genangan di Pusat Kota Sangatta, dengan fokus pada Jalan Abdullah menuju Kenyamukan.

Andi (45), seorang warga, mengungkapkan kekhawatiran terkait ketidakaktifan pekerjaan di saluran drainase di Jalan Abdullah sejak awal tahun baru, menyebabkan genangan air dan bahkan alat berat seperti excavator diangkut tanpa ada titik terang pengerjaan.

Ketua DPRD Kutai Timur Joni mencatat bahwa dari lima titik proyek multiyears, satu di antaranya, Simpang Karya Etam menuju arah Kenyamukan, belum menunjukkan aktivitas pekerjaan, meskipun kontrak proyek telah dimulai pada akhir Oktober 2023.

Joni menegaskan bahwa pengawasan terus dilakukan, dan kendala lapangan seharusnya segera dikoordinasikan dengan pihak terkait.

Anggota DPRD Kutai Timur dari Fraksi PDI-P, Siang Geah, menyoroti pentingnya menjaga agar pemenang tender segera melaksanakan pekerjaan tanpa penundaan yang tidak perlu.

Kepala Dinas PUPR, Muhammad Muhir, dan Kepala Bidang Sumber Daya Air, Ade Sudrajat, membenarkan bahwa proyek tersebut merupakan Multiyears contract dengan kontrak hingga November 2024. Mereka menjelaskan bahwa keterlambatan pengerjaan disebabkan oleh keluarnya kontrak pada akhir Oktober lalu.

Papan proyek Pembangunan Saluran Drainase Jalan Ery Suparjan (Kenyamukan) Tahap II mengungkapkan nilai kontrak sebesar Rp 27,496 miliar, dengan waktu pelaksanaan 405 hari kalender.

Papan Proyek Drainase Jalan Ery Suparjan (IST)

Kontraktor Pelaksana PT Jumindo Indah Perkasa dan Konsultan Pengawas PT Manggala Karya Bangun Sarana bertanggung jawab atas proyek ini sejak tanggal kontrak pada 27 Oktober 2023.

Masih menjadi perhatian bagaimana pihak terkait akan menanggapi dan mempercepat penyelesaian proyek demi kesejahteraan warga setempat. (A/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *