banner 1024x768 banner 1024x768

Pemkab Kutim Peringati Hari Kebangkitan Nasional Ke-116: “Bangkit Untuk Indonesia Emas”

Harianutama.com Sangatta – Upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-116 yang mengusung tema “Bangkit Untuk Indonesia Emas” dilaksanakan di halaman kantor Bupati Kutai Timur. Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang, bertindak selaku Pembina upacara dalam acara yang juga dihadiri oleh Asisten I Pemkesra Poniso Suryo Renggono, Dandim/0909, Danlanal Kutim, serta tamu undangan lainnya.

Dalam upacara tersebut, Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang membacakan pidato Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, yang menekankan pentingnya memanfaatkan kemajuan teknologi untuk masa depan bangsa. “Hari-hari ini kita dihadapkan pada suatu realitas yang terpampang terang yakni kemajuan teknologi yang melesat cepat. Kita sudah memilih bukan hanya ikut-serta, tetapi lebih daripada itu,” ucap Kasmidi.

Lebih lanjut, Kasmidi menyampaikan pesan Menteri Komunikasi dan Informatika bahwa Indonesia harus menjadi pemain penting di panggung global. “Menjadi pemain penting agar dapat menggapai dunia. Hari-hari ini hingga dua dekade ke depan merupakan momen krusial yang akan sangat menentukan langkah kita dalam mewujudkan itu semua,” tegasnya.

Pidato tersebut juga mengingatkan sejarah perjuangan Boedi Oetomo yang memperluas nasionalisme dari Jawa menjadi mencakup seluruh Hindia Belanda. “Apa yang telah dirintis Boedi Otomo dilanjutkan oleh banyak organisasi lain yang muncul belakangan. Nasionalisme Jawa khas Boedi Oetomo diperluas menjadi nasionalisme yang mencakup keseluruhan orang-orang di Hindia Belanda,” ujar Kasmidi.

Kemajuan teknologi yang menghampiri kehidupan sehari-hari kita juga menjadi sorotan dalam pidato tersebut. Inovasi-inovasi teknologi disebut telah mendorong perubahan kehidupan manusia secara revolusioner. “Banyak kesulitan yang berhasil disolusikan oleh teknologi. Adagium di zaman ini jelas, dia yang menguasai teknologi, dia pula yang akan menguasai peradaban. Di titik ini, gambarannya makin jelas, penguasaan atas teknologi merupakan keniscayaan bagi kita untuk menyongsong Indonesia Emas,” ungkapnya.

Mengutip perkataan Presiden RI Joko Widodo, Kasmidi menyampaikan potensi besar yang dimiliki Indonesia dengan bonus demografi saat ini. “Sebagaimana telah berkali-kali dinyatakan oleh Presiden Joko Widodo, peluang kita menjadi negara maju ada dalam 10 hingga 15 tahun ke depan dengan memaksimalkan bonus demografi. Presiden juga menekankan bagaimana di dalam sejarah peradaban negara-negara dan bangsa-bangsa, kesempatan itu hanya datang satu kali, oleh karenanya kita sama sekali tidak boleh keliru dalam memilih langkah,” paparnya.

Dalam konteks bisnis, sosial, dan ekonomi, transformasi digital dipandang sebagai kunci untuk menciptakan lapangan kerja baru, mendukung pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan produktivitas dan profitabilitas bisnis. Transformasi digital juga diyakini mampu meningkatkan akses terhadap berbagai teknologi untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

“Potensi-potensi ini tentu mendukung percepatan transformasi digital, sekaligus membuka peluang bagi Indonesia untuk keluar dari middle-income trap. Perekonomian Indonesia harus tumbuh di kisaran 6 hingga 7% untuk dapat mencapai target negara berpendapatan tinggi atau negara maju pada tahun 2045,” pungkasnya.

Upacara ini menjadi momentum refleksi bagi semua pihak untuk terus bergerak maju dan memanfaatkan setiap peluang demi mewujudkan Indonesia Emas. Upaya bersama ini diharapkan mampu membawa Indonesia menjadi negara maju yang berdaulat, adil, dan makmur.(*/A)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *