Penyaluran BLT sudah 89,15 Persen

jumlah penerima BLT di Berau mencapai 6.056 KPM.

TANJUNG REDEB, HARIAN UTAMA Penyaluran sudah 89,15 Persen. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) , Iswahyudi yang dikonfirmasi pada Rabu (14/12/2022) mengatakan, penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) keluarga penerima manfaat (KPM), di Bumi Batiwakkal telah mencapai 89,15 persen.

Ada beberapa kendala yang dihadapi oleh pihaknya dalam melakukan penyaluran BLT tersebut, seperti KPM yang meninggal dunia, pindah domisili, maupun mendapatkan BLT kampung. Sehingga penyaluran belum bisa maksimal 100 persen.

“Benar, itu data hari ini (kemarin, red),” katanya.

Diketahui jumlah penerima BLT di Berau mencapai 6.056 KPM. Dan baru tersalurkan sebanyak 5.399 KPM. Sedangkan 657 KPM masih belum menerima. Karena adanya kendala tersebut. Diakui Iswahyudi, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan perangkat RT setempat, untuk melakukan pendataan ulang.

“Satu orang KPM meninggal dunia, makanya belum diserahkan, masih menunggu mekanismenya seperti apa,” paparnya.

Lebih lanjut, Iswahyudi mengatakan, penyaluran hampir 100 persen yakni di Kecamatan Batu Putih. Realisasinya sudah mencapai 98,66 persen. Untuk terendah penyaluran BLT di Teluk Bayur, yakni 78,67 persen, dari 525 KPM.

“Kendalanya banyak yang pindah. Kami cari informasi ke RT nya, mereka juga kurang copy kemana,” jelasnya.

Dijelaskan Iswahyudi, penyaluran BLT ini untuk tahun 2022 dan berjalan selama enam bulan. Sedangkan untuk tahun depan belum ada informasi lebih lanjut, apakah BLT tersebut dilanjutkan atau tidak.

“Belum ada informasi lebih lanjut, apakah dilanjutkan atau tidak,” ucapnya.

Ia menambahkan, ada dua jenis bantuan yakni dari APBN dan APBD. Bantuan sosial itu dari APBN, yakni program keluarga harapan (PKH) dan juga bantuan pangan non tunai (BPNT). Bantuan ini akan diberikan kepada KPM. BPNT yang diberikan nilainya mencapai Rp 200 ribu per bulan untuk tiap KPM. Sementara untuk PKH, diberikan kepada KPM yang memiliki kriteria tertentu yaitu, keluarga yang memiliki ibu hamil/balita akan menerima bantuan Rp 3 juta per tahun. Kemudian, PKH untuk keluarga yang memiliki anak SD menerima Rp 900 ribu per tahun, anak SMP Rp 1,5 juta dan anak SMA Rp 2 juta per bulan. Jika di keluarga tersebut ada penyandang disabilitas/lansia, maka bansos PKH yang diterima adalah Rp 2,4 juta.

“Apabila suatu keluarga memiliki 2 anak SD, maka bantuan sosial/bansos PKH yang diberikan berlipat ganda, yakni Rp 900 ribu ditambah Rp 900 ribu menjadi Rp 1,8 juta per tahun,” tuturnya.

Sedangkan dari APBD khusus untuk lansia dan anak yatim piatu. Dan data sementara hanya untuk tahun ini saja. “Tahap pertama sampai selesai sudah semua. Memang realisasinya belum 100 persen,” pungkasnya. (PiN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *