SARI, Emansipasi wanita lambang kemerdekan bagi kaum Hawa

HUT RI KE 77 KABUPATEN BERAU

TANJUNG REDEB, HARIAN UTAMA-Emansipasi wanita lambang kemerdekan bagi kaum Hawa, tanpa melupakan kodratnya. Indonesia merayakan hari kemerdekaan setiap tanggal 17 Agustus setelah merdeka pada tahun 1945. Pada hari itu, warga di seluruh penjuru Tanah Air mengadakan upacara bendera guna memperingati hari Kemerdekaan Indonesia itu sendiri.

Adapun Dalam perayaan HUT Republik Indonesia (RI) yang ke-77 yang digelar di lapangan GOR pemuda Tanjung Redeb,pada Rabu (17/08/2022) ini ,mengandung makna tersendiri dari arti kata “Kemerdekaan” Yang dimana kemerdekaan itu sendiri memiliki makna dan pengertian masing-masing bagi seluruh insan manusia.

Seperti yang telah kita ketahui makna dari kata Kemerdekaan itu sendiripun pada umum berarti “kebebasan dari jajahan”, tetapi berbeda dengan kartini dari satu ini,yakni, Syarifatul syadiah selaku wakil ketua I DPRD ini memaknai kemerdekaan itu sendiri dengan pendapat nya sendiri.

Saat di wawancarai awak media seusai upacara penurunan bendera merah putih 17 Agustus 2022 ini beliau menjelaskan,makna kemerdekaan itu sendiri menurutnya yang juga seorang ibu dan juga seorang wakil rakyat bahwa seorang perempuan itu bisa dikatakan merdeka apabila bisa memperdayakan dirinya sebagai perempuan ,dengan arti kata lain karena pada dasarnya perempuan dan laki-laki itu memiliki peranan dan derajat yang sama. ” tetapi tetap kodrat seorang ibu dan seorang istri tidak boleh di kesampingkan “ucapnya.

Dalam hal ini emansipasi wanita sangatlah berpengaruh dalam penentu kemerdekaan itu sendiri. Syarifatul menjelaskan emansipasi wanita yang ia maksud adalah proses, strategi dan berbagai upaya yang digunakan perempuan untuk membebaskan diri dari otoritas dan kontrol laki-laki dan struktur kekuasaan tradisional.

Serta mengamankan kesetaraan hak bagi perempuan, menghapus diskriminasi gender dari undang-undang, lembaga dan pola perilaku dan menetapkan standar hukum yang akan mempromosikan kesetaraan penuh wanita dengan laki-laki. “Walaupun tetap bisa berkarir dalam bidang apapun, kita jangan melupakan kodrat kita sebagai perempuan,” kata Syarifatul.(Pin)

video wawancara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *