banner 1024x768 banner 1024x768

Tengah Jalani Upaya Penyembuhan Kesehatan, Bupati Ucapkan Permohonan Maaf Tak Bisa hadir Saat Penutupan Jembatan Sambaliung

TANJUNG REDEB, HARIAN UTAMA– Dalam instagram Pribadinya ,
Menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadirannya selama jembatan sambaliung ditutup. Pasalnya ia tengah menjalani perawatan kesehatan diluar daerah.

Dalam Instagram tersebut bupati menyampaikan rasa kepedulian nya terhadap masyarakat yang terkena dampak dari penutupan jembatan gantung Sambaliung yang saat ini sedang dilakukan.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh warga masyarakat kabupaten yang saya cintai beberapa hari terakhir ini merupakan hari yang tidak begitu membahagiakan bagi kita semua terutama bagi saudara-saudari yang sehari-hari memanfaatkan jembatan sambaliung sebagai jalur transportasi utama, yang saat ini dalam proses perbaikan,”tuturnya.

Dikatakannya, saat ini pemerintah provinsi sedang melaksanakan perbaikan jembatan yang sudah sekian lama di nantikan proses perbaikan jembatan tersebut dn mengharuskan dilakukannya penutupan jembatan sehingga akses lalu lintas tidak berjalan normal seperti biasanya.

“Kami dari pemerintah kabupaten Berau mendapatkan tugas untuk mendukung perbaikan tersebut dengan mengupayakan rekayasa lalu lintas, orang maupun barang yang mengalami gangguan karena proses perbaikan jembatan kondisi tersebut,” kata dia.

“Banyak hal seperti aktivitas ekonomi layanan pendidikan dan kesehatan menjadi terhambat atas segala kekurangan kami dalam menyiapkan rekayasa lalu lintas orang dan barang, dari hati dan rasa yang paling dalam saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Saya juga menyampaikan permohonan maaf karena belum bisa terjun langsung ke lokasi saat ini saya masih dalam masa pemulihan setelah selesai menjalani serangkaian tindakan medis di Rumah Sakit mitra Keluarga di Surabaya,” ucapnya. Rabu (07/06/2023).

Ia mengungkapkan, jadwal pengobatan dirinya telah ditetapkan jauh hari sebelum ada informasi dari pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terkait pelaksanaan penutupan dan perbaikan jembatan sambaliung sehingga nya dengan berat hati pada tanggal 1 Juni ia harus meninggalkan bumi Batiwakkal untuk menjalani pengobatan sejak tanggal 2 sampai tanggal 5 Juni kemarin.

“Saya tidak diperkenankan untuk menggunakan alat komunikasi. Alhamdulillah proses operasi berjalan lancar dan dalam waktu dekat saya akan segera kembali ke bumi Batiwakkal tercinta, Saya ingin menghaturkan terima kasih atas pengertian segenap warga masyarakat kabupaten Berau terhadap arti penting perbaikan jembatan. Dan kepada para pihak yang secara sukarela telah membantu kami dan pemerintah provinsi untuk bisa memastikan bahwa seluruh warga Berau telah setuju bahwa jembatan sambaliung harus segera diperbaiki, dan perbaikan ini akan selesai tepat waktu,” imbuhnya.

“Betapa terharunya manakala saya mendengar kabar bahwa Sultan sambaliung berkenan turun langsung untuk membuat kita yakin bahwa memperbaiki jembatan sekarang bukan pilihan yang salah sekali lagi saya mohon maaf atas banyak ketidaknyamanan yang terjadi,” ucap orang nomor satu di Bumi Batiwakkal tersebut.

Kendati demikian, ia menyampaikan bahwa pemerintah kabupaten Berau telah membentuk tim untuk mendukung perbaikan yang dengan siap berkoordinasi dan berada di lapangan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat Berau untuk beraktivitas.

“Hasil koordinasi saya dan bapak wakil bupati bahwa telah dilakukan langkah-langkah untuk mengurangi permasalahan yang terjadi pada alternatif penyeberangan berupa penyediaan speed yang stand by untuk menyeberangkan orang,” bebernya.

Lanjutnya, kemudian saat ini pemerintah kabupaten Berau terus berkoordinasi dengan pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan sedang menunggu hasil usulan kepada pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terkait penambahan LCT.

“Semoga ada kabar baik terhadap usulan ini di sisi lain saya selaku ketua forum komunikasi pimpinan daerah menginstruksikan agar dilakukan rapat forkopimda untuk membahas dampak sosial dan ekonomi akibat perbaikan jembatan sambaliung dan mencari solusi terhadap permasalahan-permasalahan tersebut,” Kata dia.

Ia menyebut bahwa, hari ini juga unsur Forkopimda akan melakukan peninjauan lapangan guna melihat langsung permasalahan di lapangan sehingga dapat memutuskan solusi yang tepat Bapak Ibu saudara-saudari yang saya cintai dan saya banggakan.

“Sekali lagi saya dari lubuk hati yang paling dalam saya meminta maaf karena tidak berada di bumi Batiwakkal bersama masyarakat kabupaten Berau yang saya cintai untuk melalui beratnya dampak dari perbaikan jembatan sambaliung,” maafnya.

“Sekaligus mengucapkan terima kasih atas kesabaran selama ini menjalani selama 4 bulan ke depan semoga situasi yang sulit ini dapat kita lalui bersama semoga kita dapat saling bahu-membahu mengatasi segera terima kasih wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatu, ” tutup sri Juniarsih Mas (*/Rizal/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *