Bupati Running Fest 2026 Dorong Sport Tourism, Dispora Kutim Siapkan Event Skala Nasional

Kepala Dispora Kutim Basuki Isnawan saat diwawancarai awak media

Harianutama.com, SANGATTA – Gelaran Bupati Running Fest 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga masyarakat, tetapi turut memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi dan promosi pariwisata di Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim, Basuki Isnawan, mengatakan antusiasme masyarakat dalam kegiatan tersebut sangat tinggi. Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kutim, tetapi juga datang dari sejumlah daerah di Kalimantan Timur hingga Kalimantan Utara, seperti Tarakan, Berau, Bontang, Samarinda, Balikpapan dan Muara Badak.

Menurutnya, tingginya jumlah peserta turut memberikan dampak terhadap sektor usaha lokal. Sejumlah hotel dan penginapan disebut mengalami peningkatan keterisian, sementara pelaku UMKM juga mendapatkan peluang dari ramainya masyarakat yang datang ke Sangatta.

Basuki menyebut panitia sebelumnya menyiapkan kegiatan untuk sekitar 2.000 peserta. Namun, jumlah masyarakat yang hadir mencapai sekitar 2.500 orang. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap kegiatan olahraga bersama semakin meningkat.

“Harapan kita masyarakat Kutai Timur mau hidup sehat, UMKM mulai bergerak dan ekonomi juga ikut bergerak,” ujar Basuki.

Selain melibatkan peserta dewasa, Bupati Running Fest 2026 juga memberikan ruang bagi anak-anak untuk ikut berolahraga. Peserta anak usia sekitar 5 hingga 8 tahun dilibatkan bukan untuk mengejar prestasi, melainkan membangun kebiasaan beraktivitas fisik sejak dini.

Basuki menilai keterlibatan anak-anak menjadi bagian penting dalam membangun budaya olahraga di tengah perkembangan penggunaan gawai. Menurutnya, kegiatan tersebut mendapat respons positif dari para orang tua karena anak-anak dapat menghabiskan waktu dengan aktivitas yang sehat dan menyenangkan. Terlebih, kegiatan tersebut tidak dipungut biaya.

Tingginya antusiasme olahraga juga terlihat dari masyarakat yang masih melakukan aktivitas lari pada malam hari setelah kegiatan berlangsung. Dispora mengimbau komunitas lari tetap memperhatikan keselamatan, terutama ketika menggunakan jalan umum. Pemerintah juga telah menyediakan kawasan Kompleks Olahraga Kudungga sebagai lokasi yang lebih aman untuk berolahraga.

Dispora turut berkoordinasi dengan Satlantas terkait keselamatan pelari, termasuk mengingatkan penggunaan lampu maupun pakaian yang dapat memantulkan cahaya agar keberadaan pelari lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan.

Di sisi lain, Basuki melihat Bupati Running Fest sebagai bagian dari pengembangan sport tourism di Kutim. Peserta dari luar daerah dinilai tidak hanya datang untuk mengikuti kegiatan olahraga, tetapi juga berkesempatan mengenal sejumlah destinasi dan ikon daerah, seperti Bukit Pelangi, Masjid Agung Al Faruq dan Bukit Pandang, sebelum kembali ke daerah masing-masing.

Ke depan, Dispora Kutim juga mulai menyiapkan konsep kegiatan yang lebih besar. Basuki menyebut Bupati Kutim menginginkan penyelenggaraan half marathon dengan jarak 21 kilometer pada tahun depan. Konsep tersebut bahkan berpeluang dikaitkan dengan peringatan hari jadi Kutim ke-28 dan diarahkan menjadi kegiatan berskala nasional.

“Ini salah satu cara memperkenalkan Kutai Timur di kancah nasional,” kata Basuki.

Menurutnya, penyelenggaraan event olahraga berskala lebih besar diharapkan tidak hanya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berolahraga, tetapi juga memperluas promosi Kutim, mendatangkan pengunjung dari luar daerah dan mendorong perputaran ekonomi bagi pelaku usaha lokal. (ADV) (9)