Harianutama.com, SANGATTA – Dinas Kesehatan Kabupaten (Dinkes) Kutai Timur (Kutim) kembali menjadwalkan program dokter spesialis keliling ke sejumlah kecamatan yang masih membutuhkan peningkatan akses pelayanan kesehatan. Program prioritas Pemkab Kutim tersebut ditargetkan menjangkau lima wilayah tambahan sebelum akhir 2026.
Program Dokter Keliling atau Pelayanan Kesehatan Bergerak merupakan salah satu dari 50 program unggulan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman bersama Wakil Bupati Mahyunadi yang berada di bawah naungan Program Desa Hebat. Inisiatif ini bertujuan mendekatkan akses pelayanan medis kepada masyarakat di wilayah pelosok, sekaligus mendorong pemerataan layanan kesehatan agar masyarakat di berbagai kecamatan dapat memperoleh pemeriksaan dan konsultasi medis dengan lebih mudah.
Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr. Yuwana Sri Kurniawati, menjelaskan bahwa dokter spesialis keliling bertujuan mendekatkan pelayanan medis kepada masyarakat, terutama warga di wilayah yang memiliki keterbatasan akses terhadap dokter spesialis. Melalui program ini, masyarakat diharapkan dapat memperoleh pemeriksaan dan konsultasi medis tanpa harus selalu bepergian ke pusat kota.
Sebelumnya, pelayanan dokter spesialis keliling telah dilaksanakan di Kecamatan Sandaran, Batu Ampar, dan Karangan. Dalam agenda berikutnya, Dinas Kesehatan merencanakan pelayanan di Kombeng, Long Mesangat, Busang, Telen dan Rantau Pulung, sesuai penjadwalan dan kesiapan tim medis.
Yuwana menyebutkan bahwa pelaksanaan program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerataan layanan kesehatan di Kutim. Dinas Kesehatan terus mengidentifikasi wilayah yang masih membutuhkan dukungan tenaga medis spesialis agar pelayanan dapat diberikan secara lebih terarah.
Menurutnya, program dokter spesialis keliling menjadi salah satu dari lima kegiatan prioritas di bidang kesehatan yang dijalankan pemerintah daerah.
“Kehadiran dokter spesialis di wilayah kecamatan diharapkan membantu masyarakat memperoleh akses pemeriksaan lebih cepat sekaligus mendukung deteksi dini berbagai penyakit,” ujar perempuan berkecamata itu.
Ia menambahkan, pelaksanaan di sejumlah kecamatan akan terus dievaluasi agar jangkauan pelayanan dapat diperluas sesuai kebutuhan masyarakat dan ketersediaan tenaga kesehatan. Koordinasi dengan puskesmas setempat juga diperlukan untuk memastikan kegiatan berjalan efektif.
Dinas Kesehatan menargetkan rangkaian pelayanan lanjutan tersebut dapat terlaksana sebelum pergantian tahun. Sementara itu, wilayah yang belum terjangkau akan menjadi bagian dari perencanaan program berikutnya.
Melalui program dokter spesialis keliling, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berharap kesenjangan akses layanan kesehatan antara wilayah perkotaan dan kecamatan dapat dikurangi. Program ini sekaligus menjadi langkah untuk memperkuat pelayanan kesehatan yang lebih merata, khususnya bagi masyarakat di daerah yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap tenaga medis spesialis. (ADV) (9)













