Harianutama.com, SANGATTA – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Mulyono, mendorong Asosiasi Guru Motivator Literasi Indonesia (AGUMLI) agar mampu menghadirkan program konkret dalam memperkuat budaya literasi. Menurutnya, pembentukan organisasi harus diiringi dengan langkah nyata yang memberikan dampak bagi dunia pendidikan dan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Mulyono mengajak seluruh peserta untuk aktif menyampaikan ide, pandangan, dan masukan sebagai bahan penyusunan arah gerak organisasi. Ia menilai, forum diskusi harus mampu menghasilkan rumusan program yang dapat diterapkan, bukan sekadar menjadi tahapan administratif dalam membentuk kepengurusan.
Menurut Mulyono, keberhasilan AGUMLI nantinya tidak hanya diukur dari terbentuknya struktur organisasi atau terlaksananya kegiatan pelatihan, tetapi juga dari kontribusi nyata yang diberikan dalam meningkatkan budaya literasi.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita bersama-sama menuangkan gagasan dan mewujudkannya dalam pekerjaan nyata. AGUMLI jangan hanya dibentuk atau sekadar menjalani pelatihan, tetapi harus ada sesuatu yang benar-benar dikerjakan,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya komitmen dan keterlibatan aktif para guru agar berbagai gagasan yang dihasilkan melalui FGD dapat direalisasikan secara berkelanjutan. Peran guru sebagai penggerak literasi diharapkan tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan diwujudkan melalui kegiatan membaca, menulis, dan pengembangan kemampuan literasi di lingkungan sekolah masing-masing.
FGD tersebut menjadi salah satu tahapan untuk mempersiapkan pembentukan kepengurusan AGUMLI di Kutai Timur. Selain membahas kesiapan organisasi, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk menghimpun pemikiran peserta dalam merumuskan program kerja yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan literasi.
Melalui pembentukan AGUMLI, para guru diharapkan memiliki wadah untuk saling bertukar pengalaman, memperkuat kolaborasi, serta mengembangkan berbagai inisiatif literasi di satuan pendidikan maupun lingkungan masyarakat.
Dengan dukungan dan partisipasi aktif para pendidik, AGUMLI diharapkan dapat berkontribusi dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan sekaligus memperkuat budaya literasi di Kabupaten Kutai Timur. ADV/09













