Harianutama.com, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mulai memperkuat persiapan sumber daya manusia (SDM) lokal untuk mengantisipasi kebutuhan tenaga kerja seiring masuknya investasi industri berskala besar di daerah tersebut. Peningkatan keterampilan dan kesesuaian kompetensi menjadi perhatian agar masyarakat setempat memiliki peluang lebih besar mengisi posisi kerja yang tersedia.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa kesiapan tenaga kerja harus menjadi bagian dari perencanaan investasi. Menurutnya, pertumbuhan industri perlu diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dan kualifikasi yang ditetapkan perusahaan.
Sebagai langkah awal, pemerintah daerah telah meminta Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kutim menjalin komunikasi dengan pihak perusahaan setelah pelaksanaan peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek gasifikasi batu bara yang disiapkan PT BEC. Koordinasi tersebut diarahkan untuk memperoleh gambaran mengenai kebutuhan tenaga kerja serta peluang penyerapan tenaga kerja lokal.
Ia menjelaskan, informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja perlu diketahui sejak awal agar pemerintah dapat menyiapkan langkah yang tepat. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya memperoleh informasi tentang peluang kerja, tetapi juga memiliki kesempatan meningkatkan kemampuan sebelum proses rekrutmen dilakukan.
Menurut Ardiansyah, pelatihan menjadi salah satu upaya penting untuk menjembatani perbedaan antara kemampuan calon pekerja dan kebutuhan industri. Program tersebut perlu disusun berdasarkan jenis pekerjaan serta kompetensi yang benar-benar dibutuhkan perusahaan.
Karena itu, perangkat daerah terkait diminta bergerak cepat melakukan koordinasi dan mempersiapkan skema peningkatan keterampilan tenaga kerja. Pemerintah juga perlu mendorong keterlibatan lembaga pendidikan, penyedia pelatihan, dan dunia usaha agar materi pelatihan lebih relevan dengan kebutuhan lapangan.
Rencana pengembangan industri gasifikasi batu bara yang diproyeksikan mulai beroperasi pada 2029 menjadi salah satu momentum bagi Kutim untuk menyiapkan tenaga kerja dalam jangka panjang. Pemetaan kebutuhan jabatan, peningkatan keahlian, serta komunikasi berkelanjutan dengan perusahaan dinilai penting agar masyarakat dapat memanfaatkan peluang yang muncul.
“investasi yang masuk ke Kutim tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui terbukanya lapangan kerja dan meningkatnya kualitas tenaga kerja lokal,” ujar pria berkecamata.
Dengan persiapan yang terarah, pemerintah daerah berharap masyarakat Kutim mampu mengambil bagian dalam perkembangan industri di wilayahnya sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari investasi yang berjalan. (ADV) (9)












