Capaian Literasi Kutai Timur di Bawah Nasional, Disdikbud Siapkan Penguatan Peran Guru

Kepala Disdikbud Kutim Mulyono

Harianutama.com, SANGATTA – Peningkatan kemampuan literasi peserta didik menjadi salah satu perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Pasalnya, capaian literasi daerah tersebut masih berada di bawah tingkat nasional sehingga diperlukan upaya terarah untuk memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah.

Kepala Disdikbud Kutim Mulyono menjelaskan, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama, sekaligus dasar untuk menyusun strategi peningkatan kualitas pendidikan. Terlebih, literasi merupakan salah satu aspek yang tercakup dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pendidikan.

Ia mengatakan, pembahasan mengenai capaian literasi perlu didukung pemahaman terhadap data agar langkah perbaikan yang dirumuskan dapat menjawab kebutuhan di lapangan.

“Nilai literasi Kutai Timur ini sebetulnya masih di bawah capaian nasional. Patut kita akui, sejak kemarin kita sudah membedah data, karena literasi ini juga menjadi salah satu dari 15 SPM di bidang pendidikan,” ungkap Mulyono saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) persiapan pembentukan pengurus Asosiasi Guru Motivator Literasi Indonesia (AGUMLI) di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Kutai Timur

Menurutnya, evaluasi tersebut perlu ditindaklanjuti melalui program yang berorientasi pada peningkatan kemampuan peserta didik. Guru dinilai memiliki peran strategis dalam upaya tersebut, terutama melalui proses pembelajaran, pembiasaan membaca, serta berbagai kegiatan yang dapat menumbuhkan minat dan keterampilan literasi siswa.

Dalam konteks itu, pembentukan AGUMLI diharapkan menjadi salah satu sarana untuk memperkuat keterlibatan guru dalam mengembangkan gerakan literasi. Organisasi tersebut diharapkan mampu menjadi ruang kolaborasi bagi para pendidik untuk berbagi pengalaman, menggali ide kreatif, dan menyusun program yang sesuai dengan kondisi masing-masing sekolah.

Mulyono berharap, forum diskusi yang digelar dapat menghasilkan rancangan kegiatan yang jelas dan dapat diterapkan secara berkelanjutan. Dengan perencanaan yang matang, AGUMLI diharapkan tidak hanya menjadi organisasi profesi, tetapi juga berkontribusi dalam mendorong peningkatan literasi di Kutai Timur.

“Mudah-mudahan ini akan menjadi langkah awal kita untuk memajukan pendidikan di Kutai Timur. Mari kita berdiskusi untuk mematangkan program ini sehingga organisasi ini betul-betul bisa menjadi tempat dan wadah untuk peningkatan literasi di Kutai Timur,” ujarnya.

Disdikbud Kutim berharap, penguatan gerakan literasi dapat melibatkan lebih banyak pendidik dan menjadi bagian dari aktivitas pembelajaran sehari-hari. Melalui upaya yang terencana dan berkesinambungan, peningkatan kemampuan literasi peserta didik diharapkan dapat mendukung perbaikan mutu pendidikan di daerah tersebut. ADV/09