Harianutama.com, SANGATTA – Suasana Alun-Alun Bukit Pelangi, Sangatta, dipadati masyarakat saat penutupan Pekan Raya Expo Kutai Timur (Kutim) 2026. Kegiatan yang menjadi bagian dari upaya promosi potensi daerah tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan produk unggulan lokal, memperluas jejaring usaha, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, Minggu (19/10/2026) malam.
Wakil Bupati Kutim Mahyunadi yang hadir sekaligus menutup Expo tersebut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Pekan Raya Expo Kutim memiliki peran lebih luas daripada sekadar pameran dan pusat hiburan.
“Kegiatan ini menjadi sarana mempertemukan pemerintah, pelaku dunia usaha, mitra pembangunan, dan masyarakat untuk membangun peluang kerja sama yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi daerah,” ujar Wabub Mahyunadi.
Salah satu capaian yang menjadi perhatian dalam penyelenggaraan tahun ini adalah nilai transaksi peserta pameran, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang mencapai Rp4.245.900.000. Angka tersebut dihimpun panitia hingga pukul 18.00 Wita pada hari penutupan, sehingga nilainya masih berpotensi bertambah seiring aktivitas transaksi yang berlangsung hingga malam hari.
Wabub Mahyunadi menilai capaian transaksi tersebut menunjukkan besarnya peluang ekonomi yang dapat tumbuh melalui kegiatan promosi dan pemasaran produk lokal. Dengan asumsi keuntungan sebesar 25 persen dari total transaksi, perputaran ekonomi tersebut berpotensi memberikan keuntungan sekitar Rp1,06 miliar bagi pelaku usaha. Meski demikian, besaran keuntungan riil tetap bergantung pada biaya produksi, operasional, dan margin masing-masing pelaku UMKM.
Ia berharap manfaat Pekan Raya Expo Kutim tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Produk-produk yang telah diperkenalkan selama pameran perlu terus dikembangkan agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Begitu pula dengan jejaring bisnis, peluang investasi, dan kerja sama yang terbangun diharapkan dapat ditindaklanjuti menjadi kegiatan ekonomi produktif dan berkelanjutan.

Wabub Mahyunadi juga menekankan pentingnya pembangunan Kutai Timur yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing. Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya dilihat dari besarnya investasi yang masuk atau meningkatnya aktivitas ekonomi, tetapi juga harus tercermin melalui kesejahteraan masyarakat, terbukanya lapangan kerja, berkembangnya usaha lokal, serta meningkatnya kualitas hidup masyarakat.
Ia menjelaskan, kemandirian ekonomi perlu diperkuat melalui optimalisasi potensi daerah, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan pengembangan sektor usaha yang beragam. Sementara itu, daya saing daerah harus didukung oleh kualitas produk, layanan, serta kemampuan pelaku usaha lokal untuk menembus pasar regional, nasional, hingga global. Karena itu, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dinilai menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Wabub Mahyunadi mengajak seluruh pihak untuk menjaga semangat kebersamaan dan menerjemahkannya ke dalam kerja nyata. Ia menegaskan bahwa berakhirnya pameran tidak boleh menjadi akhir dari upaya penguatan ekonomi masyarakat.
“Peningkatan kualitas pelayanan publik, pengembangan UMKM, kebijakan yang tepat, serta kepedulian terhadap lingkungan harus terus menjadi bagian dari agenda pembangunan Kutai Timur,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutai Timur, Novian Pranata, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, panitia besar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kutai Timur, seluruh peserta pameran, serta berbagai pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.
Novian turut mengapresiasi antusiasme masyarakat yang berkunjung ke stan pameran dan membeli produk UMKM. Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam menggerakkan aktivitas ekonomi selama kegiatan berlangsung.
Penutupan Pekan Raya Expo Kutim 2026 menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian sekaligus memperkuat komitmen dalam mengembangkan potensi daerah. Nilai transaksi miliaran rupiah, partisipasi pelaku UMKM, serta antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan pameran dapat menjadi salah satu penggerak aktivitas ekonomi lokal apabila diikuti dengan langkah pengembangan yang berkelanjutan.
Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan diharapkan dapat menjaga kesinambungan promosi produk unggulan, memperluas akses pasar bagi UMKM, serta menindaklanjuti peluang kerja sama yang telah terbentuk. Dengan demikian, Pekan Raya Expo Kutim tidak hanya meninggalkan kemeriahan di Alun-Alun Bukit Pelangi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi penguatan ekonomi masyarakat dan pembangunan Kutai Timur. (ADV) (9)












