Harianutama.com, KUTAI TIMUR – Dampak kondisi cuaca kering yang berkaitan dengan fenomena El Nino menjadi perhatian Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur (Dinkes Kutim). Selain meningkatkan paparan debu yang berisiko memicu gangguan pernapasan, kondisi tersebut juga perlu diantisipasi karena dapat meningkatkan risiko dehidrasi dan penyakit diare di masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr. Yuwana Sri Kurniawati, mengimbau masyarakat untuk menjaga kecukupan cairan tubuh dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai langkah pencegahan.
Masyarakat juga diminta memperhatikan kebersihan makanan dan lingkungan, serta membiasakan diri mencuci tangan menggunakan sabun untuk mengurangi risiko penyakit.
“Dampak kondisi kering ini bukan hanya debu dan asap yang dapat memicu ISPA, tetapi juga masalah kekurangan air atau dehidrasi. Karena itu, kita perlu mengantisipasi kemungkinan munculnya penyakit lain, termasuk diare,” ujarnya.
Yuwana menambahkan, masyarakat perlu menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak sayur dan buah, serta memastikan kebutuhan air minum terpenuhi setiap hari.
Ia berharap langkah pencegahan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan di tengah kondisi cuaca yang kurang mendukung.
Dinas Kesehatan Kutim mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu hingga mengalami gangguan kesehatan untuk mulai melakukan pencegahan. Dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan, memenuhi kebutuhan cairan, serta menerapkan PHBS secara konsisten, risiko berbagai penyakit yang berkaitan dengan kondisi lingkungan diharapkan dapat ditekan. (ADV) (9)












