Harianutama.com SANGATTA – Tantangan pengelolaan air bersih yang semakin kompleks mendorong Perumda Air Minum Tirta Tuah Benua (TTB) Kutai Timur meningkatkan kapasitas pegawainya. Melalui diklat bersertifikat kompetensi, perusahaan menargetkan terciptanya sistem pelayanan air yang lebih efisien, profesional, dan berbasis teknologi modern.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Manajemen Air Minum Tingkat Muda Bersertifikat Kompetensi Angkatan 194 yang resmi ditutup di Hotel Victoria Sangatta, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama lima hari sejak 18 Mei 2026 itu ditutup langsung oleh Direktur Teknik Perumda TTB Kutai Timur, Galuh Boyo Munanto. Sebanyak 30 pegawai pilihan dari berbagai unit, kantor cabang, hingga kantor pusat mengikuti pelatihan tersebut.
Dalam pelaksanaannya, Perumda TTB Kutai Timur menggandeng Yayasan Pendidikan Tirta Dharma PAMSI bersama Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) PTD PAMSI untuk memastikan seluruh materi pelatihan serta proses uji kompetensi berjalan sesuai standar nasional.
Seluruh peserta dinyatakan lulus dan resmi mengantongi sertifikat kompetensi di bidang manajemen air minum. Sertifikasi tersebut diharapkan menjadi modal penting dalam meningkatkan profesionalisme pegawai sekaligus memperkuat kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat Kutai Timur.
Direktur Teknik Perumda TTB Kutai Timur, Galuh Boyo Munanto, menegaskan peningkatan kompetensi pegawai menjadi langkah strategis perusahaan dalam menyelaraskan standar pelayanan, baik di tingkat pusat maupun kantor cabang di kecamatan.
“Profesional adalah kunci untuk semua hal. Saya meyakini dengan profesionalisme, apa pun kondisi yang kita hadapi akan mampu diselesaikan secara maksimal dengan segala kemampuan yang ada,” ujarnya saat memberikan sambutan penutupan kegiatan.
Menurutnya, peserta diklat merupakan aset penting perusahaan yang dipersiapkan menjadi generasi penerus sekaligus calon pemimpin di masa depan. Ia bahkan menilai peluang pengembangan karier di sektor pengelolaan air minum akan semakin terbuka luas, termasuk di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kami mendidik kalian tidak hanya untuk Kutai Timur, tetapi untuk Indonesia. Siapkan diri kalian untuk menjadi pemimpin ke depan, baik di Kutai Timur, Samarinda, Balikpapan, atau bahkan di IKN,” tegasnya.
Galuh Boyo juga memaparkan bahwa sektor pengelolaan air dan kesehatan akan menjadi industri strategis di masa mendatang. Kebutuhan terhadap air bersih yang terus meningkat membuat pengelolaan air memiliki prospek besar dan berkelanjutan.
Meski demikian, ia mengingatkan tantangan terbesar perusahaan ke depan adalah menciptakan sistem pengolahan air yang lebih efisien, efektif, dan berbasis teknologi modern.
“Kuncinya adalah bagaimana mengolah air yang lebih baik dari sisi kualitas, kuantitas, kontinuitas, dan keterjangkauan. Kita tidak hanya menjual label air murah, tetapi air yang nilainya terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat melalui penekanan biaya operasional yang tepat,” jelasnya.
Melalui momentum tersebut, manajemen Perumda TTB Kutai Timur berharap para pegawai tersertifikasi mampu membawa perubahan nyata di lapangan. Mulai dari peningkatan respons teknis terhadap gangguan operasional, efisiensi distribusi air untuk menekan angka kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW), hingga optimalisasi pelayanan publik yang lebih profesional dan adaptif di era digital.












