banner 1024x768banner 1024x768banner 1024x768banner 1024x768

Bupati Kutim Menghadiri dan Sekaligus Membuka Acara Turnamen Sepak Bola Usia Dini Ramadhani Cup II

HARIANUTAMA.COM SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, membuka secara resmi Turnamen Sepak Bola Usia Dini (TSUD) Ramadhani Cup II di Lapangan Sepak Bola Swarga Bara Town Hall, Sangatta Baru.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Anggota DPRD Kutim Ramadhani, Kadispora Kutim Basuki Isnawan, Sekretaris ASKAB PSSI Kutim Pandi Widiarto, Ketua Panitia Anthonius Pagalla, serta para orang tua pesepak bola muda.

Dalam pidatonya, Bupati Ardiansyah menekankan pentingnya turnamen ini untuk membentuk pesepak bola andal dari Kutim.

Ia mengapresiasi kerja keras sponsor utama, pendukung, dan panitia pelaksana yang berperan penting dalam suksesnya acara ini.

“Terima kasih tentunya kepada sponsor utama dan pendukung serta panitia pelaksana dalam turnamen ini. Kegiatan tahunan ini adalah gebrakan dari Anggota DPRD Kutim Ramadhani dalam membangun persepakbolaan Kutim lebih maju dan berprestasi. Saya harap nantinya lahir bakat-bakat pesepak bola anak-anak kita yang dapat membawa nama daerah ke level yang lebih tinggi,” ujarnya

Lebih lanjut, Bupati Ardiansyah menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan olahraga, terutama sepak bola.

Ia mengumumkan bahwa pada bulan Juli mendatang, pemerintah daerah akan menggelar turnamen piala bupati khusus untuk usia dini.

“Alhamdulillah dalam waktu dekat di Bulan Juli, Pemerintah Daerah dibantu instansi terkait akan menggelar turnamen piala bupati khusus usia dini. Kita akan terus menggeber turnamen lebih massif, tentunya menyaring talenta-talenta anak kita dalam mengolah si kulit bundar mencapai prestasi,” tambahnya.

Ia juga meminta para pelatih di SSB untuk terus memberikan motivasi dan arahan yang baik kepada anak asuhnya agar dapat bermain dengan gigih dan semangat.

Sementara itu, Anggota DPRD Kutim sekaligus pencetus turnamen ini, Ramadhani, menyampaikan bahwa ajang ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan anak-anak pada gadget dan mengarahkan mereka ke kegiatan yang lebih positif seperti sepak bola.

“Kita geber dengan turnamen sepak bola usia dini sebagai wadah mengisi kegiatan positif dalam mengurangi kecanduan bermain gadget. Menyalurkan dalam bermain sepak bola tentunya sangat bermanfaat untuk anak-anak kita sekaligus menyeleksi bibit-bibit usia dini terbaik untuk dikirimkan ke ajang turnamen yang lebih tinggi mewakili Kutim,” jelasnya.

Ramadhani juga menekankan komitmennya untuk memajukan persepakbolaan Kutim dengan anggaran yang memadai. Ia menyebut bahwa tahun ini, Kutim didukung penuh oleh APBD yang cukup untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan turnamen sepak bola.

“Insyaallah anggaran ini digunakan untuk ke arah yang tepat dengan menggelar kegiatan turnamen sepak bola menyukseskan prestasi olahraga di Kutim,” katanya.

Tak hanya itu, bersama Ketua SSA Kutim, Hadri Nirwan, Ramadhani berkomitmen untuk meningkatkan prestasi sepak bola Kutim agar lebih dikenal di luar daerah.

Ia mengingatkan bahwa Kutim memiliki sejarah prestasi yang baik di level nasional, seperti menjuarai Piala Soeratin U-13 tahun lalu.

“Insyaallah target kita 2045, anak-anak di Kutim bisa masuk level Timnas Indonesia,” tambahnya optimis.

Dari laporan panitia pelaksana, TSUD Ramadhani Cup II menyediakan total hadiah sebesar Rp 80 juta. Hadiah ini meliputi piagam, medali, dan trofi yang akan diberikan kepada para juara, termasuk gelar pemain terbaik dan top skor.

Turnamen ini diikuti oleh 31 klub SSB dari Kutim dan Kaltim, yang terbagi dalam empat kategori usia: usia 10 tahun dengan 9 tim, usia 11 tahun dengan 5 tim, usia 12 tahun dengan 10 tim, dan usia 14 tahun dengan 7 tim.

Turnamen ini diharapkan dapat menjadi ajang penting dalam mengembangkan bakat-bakat muda di bidang sepak bola, serta membangun fondasi yang kuat untuk kemajuan persepakbolaan di Kutim.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, sponsor, dan masyarakat, diharapkan Kutim dapat melahirkan pesepak bola handal yang dapat berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional.(*/A)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *