banner 1024x768 banner 1024x768

Diskop dan UKM Kutim Mengadakan Pelatihan Bagi Pelaku UMKM

BENGALON – Guna meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan ekonomi kerakyatan di Kabupaten (), Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop dan UKM) mengadakan pelatihan bagi koperasi dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kutim. Kepala Diskop dan UKM Kutim, Darsafani, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang berkelanjutan.

“Kegiatan Diskop dan UKM Kutim memiliki rangkaian kegiatan, yaitu pelatihan bagi koperasi dan UMKM. Berkat dukungan dari Bupati, kami melatih 30 angkatan bagi koperasi dan UMKM. Terdapat 20 angkatan untuk koperasi dan 10 angkatan untuk UMKM,” ujar Darsafani pada Selasa (25/4/2023) saat pembukaan Bazar Promosi UMKM Roadshow yang diresmikan oleh Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, di Pantai Sekerat, Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon.

Setelah pelatihan, lanjut Darsafani, langkah selanjutnya adalah melakukan studi tiru ke daerah lain untuk melihat bagaimana UMKM dapat meningkatkan kualitasnya. Selanjutnya, dilakukan kurasi terhadap produk-produk yang akan diekspor di masa depan.

“Selanjutnya, Genpro akan melaksanakan tugas tersebut. Terakhir, kami akan mengundang investor untuk mengevaluasi produk-produk yang akan diekspor. Kami juga akan mengadakan Forum Diskusi Daerah bagi UMKM dengan mengundang instansi terkait,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa Diskop dan UKM Kutim tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga memberikan bantuan kepada pelaku UMKM dan dukungan keuangan agar UMKM dapat berkembang setelah menghadapi pandemi COVID-19 dalam dua tahun terakhir.

“Ini adalah evaluasi yang kami lakukan agar ke depannya UMKM dapat mandiri. Kami tidak akan terus memberikan bantuan, tapi UMKM harus bisa mandiri ke depannya,” terangnya.

Selain itu, ia berharap agar Disperindag dapat membantu UMKM untuk memasuki pasar global. Dukungan dari SKPD yang memiliki kewenangan juga diperlukan untuk memberikan bantuan yang efektif.

“Itulah yang telah kami lakukan selama ini. Insya Allah, ke depannya UMKM dapat mandiri, dan kami juga akan mendorong koperasi menjadi koperasi modern. Kami tidak hanya mendorong UMKM, tapi juga koperasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Darsafani berharap koperasi yang ada di Desa Sekerat dapat mengelola objek wisata yang ada. Ia menyatakan bahwa pihaknya akan terus mendorong dan memberikan bantuan yang diperlukan oleh koperasi tersebut.

“Untuk acara bazar UMKM berikutnya, akan dilaksanakandi Kecamatan Muara Wahau, Desa Nehas Liah Bing pada tanggal 29 dan saya berharap UMKM di sana dapat berkolaborasi,” tambahnya.(hu02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *