banner 1024x768banner 1024x768banner 1024x768banner 1024x768

Rapat Paripurna Ke 10, Zubair : Realisasi Pendapatan Daerah Sudah Melampaui Target

SANGATTA- Dewan Perwakilan Daerah Kabupaten Kutai Timur (DPRD Kutim) menggelar rapat Paripurna ke-10 tentang Penyampaian Nota Pengantar oleh pemerintah mengenai Rancangan Peraturan Daerah Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun anggaran 2022, Rapat Paripurna tersebut di pimpin langsung oleh Ketua DPRD Kutim H Joni, di Ruang Sidang Utama pada Rabu (14/06/2023).

Rapat tersebut turut di hadiri oleh unsur wakil Pimpinan, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pamkesra) Poniso Suryo Renggono, Asisten Ekonomi Pembangunan (Ekobang) Zubair, kepala Perangkat Daerah (PD), Forkopimda, 21 anggota DPRD Kutim serta undangan lainya.

Dalam kesempatan itu, yang di daulat membacakan nota pengantar pemerintah adalah Asisten Ekobang Zubair, dirinya mengatakan, penyampaian nota penjelasan ini sebagai salah satu kewajiban konstitusional alam penyelenggaraan tugas umum pemerintahan,pembangunan dan pembinaan kemasyarakat serta perwujudan dari upaya untuk mengikuti ketentuan yang telah di amantakan dalam undang-undang nomor 17 tahun 2003 tentang keuangan negara.

“Serta Peraturan Pemerintah Nomar 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Kuangan Daerah,”ujar Zubair.

Selanjutnya, mengenai laporan realisasi anggaran tahun 2022, berdasarkan standar akuntansi pemerintahan (SAP), Laporan Realisasi Anggaran meliputi realisasi anggaran pendapatan, belanja dan pemibayaan dengan uraian sebagai berikut, untuk pendapatan, realisasi pendapatan tahun anggaran 2022, sebesar Rp5,12 trilyun atau 114,974 persen dari anggaran pendapatan sebesar Rp 4,46 trilyun.

“Meliputi, Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 272,43 milyar atau 111,80’6 persen dari anggaran pendapatan asli daerah sebesar Rp2432,67 milyar,” paparnya.

Kemudian, untuk realisasi pendapatan transfer sebesar Rp 4,77 trilyun atau 118,796 persen dari anggaran pendapatan tranafer sebesar Rp 4,12 trilyun, sedangkan untuk pendapatan yang bersumber dari lain-lain yang sah sebesar Rp 77,55 milyar atau 82,55 persen dari anggaran pendapatan yang sah sebesar Rp93,94 milyar.

“Secara keseluruhan, kondisi di atas menunjukkan bahwa realisai pendapatan daerah kita sudah melampaui target yang sudah di tetapkan,” pungkas Zubair.(Hu02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *