banner 1024x768banner 1024x768banner 1024x768banner 1024x768

Distanak Berau lakukan monitoring dan evaluasi benih padi dan jagung di Kampung Buyung-Buyung

TANJUNG REDEB,HARIAN UTAMA – Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) , Junaidi beberapa waktu lalu melaksanakan giat monitoring dan evaluasi bantuan benih padi dan jagung di Kampung Buyung-Buyung, Kecamatan Tabalar.

Hal itu dijelaskan nya saat di konfirmasi Harian Utama Selasa (04/01/2023), ia menerangkan,Kegiatan ini untuk memastikan distribusi bantuan tepat sasaran. Selain itu, pihaknya juga melaksanakan rehap jaringan irigasi tersier (RJIT). Junaidi mengatakan, Buyung-Buyung memang hingga saat ini masih menjadi sentra padi bagi Bumi Batiwakkal. Bukan berarti daerah lain tidak mendapatkan perhatian, namun dilakukan secara bertahap.

“Untuk sementara Buyung-Buyung dulu,” katanya.

Dijelaskan Junaidi, Pertanian merupakan sektor penting dalam pembangunan perekonomian, mengingat fungsi dan perannya dalam penyediaan pangan bagi penduduk, pakan dan energi, serta tempat bergantungnya mata pencaharian penduduk di pedesaan. Sektor pertanian mempunyai sumbangan yang berarti dalam pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB), peningkatan devisa dan peningkatan kesejahteraan petani, sehingga pembangunan pertanian dapat dikatakan sebagai motor penggerak dan penyangga perekonomian nasional.

“Dalam rangka upaya khusus peningkatan produksi padi, salah satu program yang dilaksanakan RJIT yang merupakan faktor penting dalam proses usaha tani yang memiliki dampak langsung terhadap peningkatan luas areal tanam,” katanya.

Pengelolaan air irigasi dari hulu (upstream) sampai dengan hilir (downstream) memerlukan sarana dan prasarana irigasi yang memadai. Sarana dan prasarana tersebut dapat berupa, bendungan, bendung, saluran primer, saluran sekunder, boks bagi, dan saluran tersier serta saluran tingkat usaha tani.

“Tidak berfungsinya atau rusaknya salah satu bangunan irigasi akan mempengaruhi kinerja sistem irigasi yang ada, sehingga mengakibatkan efisiensi dan efektifitas irigasi menurun,” papar Junaidi.

Selain itu, dalam kesempatan yang sama, Junaidi juga tampak berdiskusi dengan kelompok petani yang ada di kampung tersebut. Berbagi pengalaman mengenai pertanian. Dipaparkan Junaidi, Kampung Buyung-Buyung cukup unik. Yakni banyak petani millennial yang turun ke sawah.

“Benar, mereka ini petani milenial, dari sekolah pertanian,” katanya.

Junaidi mengatakan, semakin banyak petani milenial, maka semakin banyak regenerasi petani di Berau ke depannya. “Ini perlu disupport pastinya, bagaimana menanamkan cinta pertanian kepada kaula muda saat ini,” pungkasnya. (PiN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *