Harianutama.com Sangkulirang – SMP Negeri 4 Sangkulirang kembali menggelar kegiatan Bazar dan Pentas Seni (BDPS) ke-3 Tahun 2026 yang berlangsung selama dua hari, 8 – 9 Juni 2026, di pangkalan SMPN 4 Sangkulirang, Desa Kerayaan (Bual-Bual), Kecamatan Sangkulirang.
Kegiatan tahunan tersebut dibuka langsung oleh Kepala SMPN 4 Sangkulirang, Dariani, didampingi Pembina Pramuka, Jerry. Tahun ini, BDPS mengusung tema “Melalui Kegiatan Kepramukaan Kita Tingkatkan Kreativitas dan Tumbuhkan Jiwa Wirausaha Sejak Dini.”
Tema tersebut dipilih sebagai upaya mendorong peserta didik untuk mengembangkan kreativitas, kemandirian, serta kemampuan berwirausaha melalui berbagai aktivitas yang edukatif dan menyenangkan.
Tidak hanya melibatkan siswa SMPN 4 Sangkulirang, kegiatan ini juga diikuti sejumlah sekolah lain, yakni MA Nurussa’adah Sangkulirang, SMKN 1 Sangkulirang, SMPN 2 Kaliorang, dan SDN 009 Sangkulirang. Kehadiran berbagai sekolah tersebut semakin menambah semarak acara yang telah menjadi agenda rutin sekolah setiap tahunnya.
Selama pelaksanaan kegiatan, bazar dan pentas seni mendapat sambutan antusias dari siswa, guru, orang tua, hingga masyarakat sekitar. Berbagai stan bazar yang dikelola para siswa menawarkan beragam produk, mulai dari makanan, minuman, hingga hasil karya kreatif yang dibuat secara mandiri maupun berkelompok.
Selain bazar, pengunjung juga disuguhkan berbagai pertunjukan seni yang menampilkan bakat dan kreativitas para siswa. Penampilan tari tradisional, musik, pembacaan puisi, hingga berbagai atraksi seni lainnya sukses menghibur masyarakat yang hadir.
Guru SMPN 4 Sangkulirang, Dewi Ratnasari mengatakan, BDPS ke-3 menjadi sarana pembelajaran langsung bagi siswa dalam mengembangkan kreativitas, kerja sama, dan keterampilan berwirausaha.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan pengalaman nyata kepada siswa tentang bagaimana mengelola sebuah usaha sederhana, mulai dari perencanaan, produksi, hingga pemasaran. Selain itu, mereka juga dapat menyalurkan bakat dan minat melalui pentas seni yang ditampilkan,” ujarnya.
Menurut Dewi, kegiatan kepramukaan yang menjadi landasan pelaksanaan bazar tahun ini memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik. Nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kemandirian yang diajarkan dalam kepramukaan dapat diterapkan secara langsung melalui berbagai aktivitas selama kegiatan berlangsung.
“Kepramukaan tidak hanya mengajarkan keterampilan di alam terbuka, tetapi juga membentuk karakter dan jiwa kepemimpinan. Melalui bazar ini, siswa belajar berani berkreasi, berkomunikasi dengan masyarakat, serta mengembangkan jiwa entrepreneur sejak usia dini,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antara sekolah dengan masyarakat. Kehadiran warga yang turut meramaikan acara menjadi bentuk dukungan terhadap program pendidikan dan pengembangan karakter yang dijalankan sekolah.
Selama dua hari pelaksanaan, suasana di lingkungan SMPN 4 Sangkulirang tampak meriah. Stan bazar dipadati pengunjung yang ingin membeli berbagai produk hasil kreasi siswa, sementara panggung seni menjadi pusat perhatian dengan beragam penampilan yang ditampilkan secara bergantian.
Pihak sekolah berharap kegiatan Bazar dan Pentas Seni dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai wadah pengembangan potensi peserta didik. Selain meningkatkan kreativitas dan rasa percaya diri, kegiatan ini juga diharapkan mampu menanamkan semangat kewirausahaan yang kelak menjadi bekal berharga bagi siswa di masa depan.
“Harapan kami, kegiatan ini dapat terus berkembang dan menjadi ajang bagi siswa untuk belajar, berkarya, serta menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Yang terpenting adalah bagaimana mereka memperoleh pengalaman berharga yang dapat membentuk karakter positif sejak dini,” tutup Dewi Ratnasari. (*)












